Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak, tetapi juga tetap dibutuhkan pada tahap kehidupan berikutnya.
“Vaksinasi itu sepanjang hayat, bukan cuma untuk anak tapi dari sejak dalam kandungan bahkan sampai lansia, vaksin itu penting,” ungkapnya dalam Media Gathering Bumame bertajuk ‘Masa Depan Kesehatan Anak Indonesia’, di Jakarta.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa vaksin memiliki peran penting dalam melindungi tubuh dari berbagai penyakit infeksi yang dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak dicegah sejak dini. Meski vaksin dibutuhkan di berbagai fase kehidupan, dr. Dirga menilai imunisasi pada anak masih memiliki dampak yang paling besar terhadap kesehatan masyarakat.
“Namun, kalau diukur-ukur dampaknya untuk kesehatan masyarakat, memang vaksin anak masih lebih penting dan impactful,” ujarnya.
Hal ini berkaitan dengan kondisi sistem kekebalan tubuh anak yang masih berkembang sehingga lebih rentan terpapar penyakit infeksi.
“Anak itu populasi yang rentan, imunitasnya masih belum bagus, sehingga gampang kena penyakit, bahkan berisiko meninggal dunia,” kata dr. Dirga.
Karena alasan tersebut, vaksinasi pada anak dilakukan untuk memberikan perlindungan dasar sejak usia dini. Dengan imunisasi lengkap, anak diharapkan dapat melewati masa pertumbuhan hingga remaja dalam kondisi sehat.
“Tujuannya agak beda, kalau anak untuk mendapatkan kekebalan dari awal sejak kecil, sehingga dia melewati masa anak hingga remajanya dengan sehat,” jelasnya.
Sementara itu, vaksinasi pada orang dewasa memiliki tujuan yang sedikit berbeda dibandingkan imunisasi pada anak. Pada sebagian besar kasus, vaksin dewasa berfungsi untuk memperkuat atau mengulang perlindungan yang sudah pernah diberikan sebelumnya.
“Kalau dewasa, sifatnya lebih kepada pengulangan atau booster. Meskipun sudah pernah divaksinasi ketika anak-anak, antibodinya bisa berkurang seiring bertambahnya usia, maka perlu disuntik lagi,” ujar dr. Dirga.
Seiring bertambahnya usia, kadar antibodi dalam tubuh memang dapat menurun. Kondisi ini membuat seseorang kembali rentan terhadap penyakit yang sebelumnya telah dicegah melalui vaksinasi. Oleh karena itu, pemberian booster menjadi langkah penting untuk memastikan sistem kekebalan tubuh tetap memiliki perlindungan yang optimal terhadap berbagai penyakit infeksi.
Selain menjaga kesehatan individu, vaksinasi pada orang dewasa juga berperan dalam melindungi kelompok rentan di sekitarnya, seperti bayi, lansia, atau orang dengan penyakit kronis. Jenis vaksin yang umumnya dianjurkan untuk orang dewasa Dalam praktiknya, terdapat beberapa jenis vaksin yang biasanya direkomendasikan bagi orang dewasa untuk menjaga perlindungan kesehatan.
Salah satu yang paling umum adalah vaksin influenza atau flu. Vaksin ini biasanya dianjurkan setiap tahun karena virus influenza terus mengalami perubahan. Selain itu, terdapat pula vaksin tetanus, difteri, dan pertusis (Tdap) yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi bakteri berbahaya. Vaksin ini biasanya diberikan sebagai booster setelah seseorang menerima vaksin dasar saat masa kanak-kanak.
Beberapa vaksin lain yang juga dianjurkan pada kelompok usia tertentu antara lain vaksin hepatitis B, vaksin pneumonia atau pneumokokus, serta vaksin HPV yang dapat membantu mencegah infeksi virus yang berkaitan dengan kanker serviks.
Pemberian vaksin pada orang dewasa umumnya disesuaikan dengan kondisi kesehatan, usia, hingga faktor risiko masing-masing individu.
Dengan pemahaman yang semakin baik mengenai pentingnya vaksin sepanjang hayat, masyarakat diharapkan tidak hanya fokus pada imunisasi anak, tetapi juga memperhatikan perlindungan kesehatan diri sendiri melalui vaksinasi yang tepat. (E-3)
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Dokter spesialis anak dr. Kanya Ayu Sp.A menekankan pentingnya vaksinasi influenza tahunan untuk mencegah pneumonia dan melindungi kelompok rentan.
WHO merekomendasikan transisi dari vaksin influenza quadrivalent ke trivalent karena hilangnya virus B/Yamagata. Simak penjelasan medis dan dampaknya.
Campak dikenal sebagai penyakit virus yang sangat mudah menular melalui udara.
Pneumonia bakterial sekunder terjadi karena infeksi bakteri saat atau setelah terkena campak.
Kemenkes tetapkan vaksin meningitis dan polio sebagai syarat wajib haji 2026. Simak aturan waktu pemberian dan tips kesehatan dari ahli di sini.
Bertambahnya suhu bumi membuat kuman maupun virus bisa bertumbuh dengan lebih subur sehigga cukup berbahaya pada anak yang belum terproteksi dengan imunisasi rutin.
Sebanyak 281 ribu anak di Aceh masuk kategori zero dose atau belum pernah imunisasi. Simak penyebab, dampak, dan upaya Dinkes Aceh mengatasinya.
Pemerintah menegaskan percepatan eliminasi tuberkulosis (Tb) sebagai langkah darurat nasional, menyusul tingginya angka penularan dan kematian akibat penyakit tersebut.
Penyebabnya campak bukanlah virus baru, melainkan turunnya cakupan vaksinasi dalam beberapa tahun terakhir.
Dokter spesialis anak Leonirma Tengguna mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan anak-anak ketika bersilaturahmi pada momen Idul Fitri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved