Setiap 4 Menit, 1 Nyawa Hilang Karena Tuberkulosis

M Iqbal Al Machmudi
07/4/2026 11:11
Setiap 4 Menit, 1 Nyawa Hilang Karena Tuberkulosis
ilustrasi(Antara)

Pemerintah menegaskan percepatan eliminasi tuberkulosis (Tb) sebagai langkah darurat nasional, menyusul tingginya angka penularan dan kematian akibat penyakit tersebut. Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin P Octavianus, mengungkapkan bahwa setiap menit dua orang terinfeksi Tb dan setiap empat menit satu orang meninggal dunia di Indonesia.

"Tuberkulosis masih menjadi tantangan besar. Ini bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan faktor sosial, ekonomi, gizi, dan lingkungan," kata Benjamin, Selasa (7/4).

Indonesia mencatat lebih dari 1 juta kasus Tb setiap tahunnya, menjadikannya sebagai salah satu negara dengan beban Tb tertinggi di dunia.

Sebagai respons, pemerintah mendorong langkah cepat melalui deteksi dini masif, termasuk Program Cek Kesehatan Gratis dengan target menjangkau 130 juta masyarakat pada 2026. Selain itu, strategi lain yang diperkuat meliputi pelacakan kontak erat, pemberian terapi pencegahan Tb, serta penguatan peran masyarakat dan kader kesehatan.

“Tidak ada waktu untuk menunda. Setiap kasus yang ditemukan dan diobati adalah langkah menyelamatkan nyawa,” ujar Benny sapaan akrabnya.

Dukungan global juga terus diperkuat. Perwakilan WHO Indonesia, dr. Setiawan Jati Laksono, menyebut Indonesia menyumbang sekitar 10% dari total kasus Tb dunia. Data menunjukkan, pada 2024 terdapat sekitar 118.000 kematian akibat Tb pada orang tanpa HIV dan 8.100 kematian pada orang dengan HIV di Indonesia.

“TB masih menjadi ancaman global. Ada kemajuan, tetapi belum cukup cepat. Komitmen politik dan pendanaan nasional sangat menentukan,” ujarnya.

WHO juga menyoroti tantangan besar, seperti kasus yang belum terdiagnosis, Tb resistan obat, serta faktor risiko seperti malnutrisi, diabetes, dan kebiasaan merokok. Meski demikian, harapan tetap ada melalui inovasi, dengan lebih dari 100 alat diagnostik, 29 obat TB, dan 18 kandidat vaksin yang sedang dikembangkan.

“Ini saatnya bertindak sekarang,” pungkasnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya