Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Paru RS Penyakit Infeksi Prof. Sulianti Saroso, dr. Titi Sundari, Sp.P(K) FISR, memaparkan sejumlah efek samping yang umum dialami pasien selama menjalani pengobatan tuberkulosis (TB). Menurutnya, sebagian besar pasien hanya merasakan gejala ringan yang tidak membahayakan.
"Efek samping yang ringan yang biasa muncul pada pasien-pasien yang minum obat tuberkulosis biasanya ringan misalnya nafsu makan menurun, kondisi dia mual, kelelahan, ada gatal tapi tidak ada ruam," ujar Titi, dikutip Selasa (31/3).
Selain mual dan kelelahan, gejala ringan lain yang kerap dikeluhkan meliputi sakit kepala, sensasi menyerupai flu, nyeri sendi, hingga suhu tubuh yang terasa lebih hangat.
Salah satu kondisi yang sering memicu kekhawatiran adalah perubahan warna air seni menjadi kemerahan.
Titi menjelaskan bahwa urine berwarna merah tersebut merupakan efek dari konsumsi obat rifampicine dan merupakan hal yang normal.
"Kalau nanti pasien sudah tidak minum obat rifampicin lagi, maka air seninya juga akan kembali normal, bukan suatu hal yang perlu dikhawatirkan," tambahnya.
Meski mayoritas pasien mengalami gejala ringan, Titi mengingatkan adanya efek samping berat yang patut diperhatikan.
Kondisi seperti mual atau muntah hebat biasanya berkaitan dengan adanya gangguan fungsi hati. Pasien juga harus waspada jika muncul gejala klinis seperti mata yang berwarna kuning.
Risiko efek samping ini cenderung bervariasi tergantung kondisi fisik masing-masing pasien.
Pada lansia, misalnya, penurunan fungsi organ seperti hati dan ginjal dapat memengaruhi respons tubuh terhadap obat.
Begitu pula dengan pasien yang memiliki gangguan kekebalan tubuh (HIV/AIDS) atau pasien yang memang sudah memiliki riwayat gangguan ginjal sebelumnya.
Namun demikian, Titi menekankan bahwa tidak semua pasien pasti mengalami efek samping selama masa pengobatan.
"Ada yang baik-baik aja, banyak sekali pasien tuberkulosis yang baik-baik saja, aman-aman aja yang tidak ada keluhan sampai dia selesai pengobatan," tutupnya. (Ant/Z-1)
Dinkes terus memperkuat kerja sama dengan puskesmas serta berbagai yayasan atau lembaga kesehatan untuk menemukan kasus-kasus baru sedini mungkin.
Di Kalimantan Barat, capaian deteksi kasus dan keberhasilan pengobatan masih belum optimal, sementara cakupan Terapi Pencegahan Tb (TPT) pada anak masih rendah.
Selain penemuan kasus secara aktif, upaya ini juga diimbangi dengan pemberian obat yang tepat dan langkah pencegahan, antara lain dengan pemberian Terapi Pencegahan Tb.
Pemerintah menegaskan percepatan eliminasi tuberkulosis (Tb) sebagai langkah darurat nasional, menyusul tingginya angka penularan dan kematian akibat penyakit tersebut.
Estimasi kasus Tb di Indonesia mencapai sekitar satu juta kasus, namun hingga saat ini baru sekitar ratusan ribu kasus yang teridentifikasi dan tercatat secara medis.
Meski begitu ia tetap mengapresiasi langkah pemerintah dalam upaya pengentasan TB. Namun program eliminasi TB harus dipantau agar implementasinya optimal.
Pasien tuberkulosis disarankan segera berkonsultasi dengan dokter jika merasakan gejala ringan agar dapat diberikan penanganan yang tepat.
Dokter spesialis kulit dan kelamin sekaligus ahli estetika mengingatkan masyarakat agar lebih cermat memeriksa label pada kemasan produk perawatan kulit sebelum membelinya
Kenali tanda-tanda tubuh kelebihan gula agar terhindar dari risiko diabetes dan gangguan metabolisme.
Telur rebus kaya protein dan nutrisi penting untuk tubuh, namun jika dikonsumsi berlebihan bisa memicu kolesterol tinggi, gangguan pencernaan, hingga obesitas.
Pepaya dikenal sebagai superfood yang kaya manfaat berkat kandungan vitamin, serat, dan antioksidannya. Namun, konsumsi pepaya secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved