Dukung Eliminasi TBC, Zero TB Yogyakarta dan Dinkes Gunungkidul Gelar ACF

Agus Utantoro
14/4/2026 20:58
Dukung Eliminasi TBC, Zero TB Yogyakarta dan Dinkes Gunungkidul Gelar ACF
Ilustrasi(Dok FK-KMK UGM)

ZERO TB Yogyakarta bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mulai menggelar ACF (Active Case Finding) untuk menemukan orang yang sakit TBC. Kedua lembaga ini akan menggelar kegiatan tersebut sekurangnya 30 kali di seluruh pelosok Gunungkidul.

Direktur Zero TB Yogyakarta, dr. Rina Triasih, M.Med (Paed), Ph.D, Sp.A(K), Senin malam melalui keterangan resmi mengungkapkan kegiatan ACF ini menggunakan peralatan Rontgen dada. Rontgen dada ini, ujarnya untuk meningkatkan peluang penemuan kasus tuberkulosis (Tb). “Orang-orang yang bahkan tidak bergejala, nanti bisa ketahuan dari hasil Rontgen-nya,” jelas dr. Rina.

Kegiatan ACF itu sendiri sudah dimulai sejak Kamis pekan lalu di Puskesmas Karangmojo II Gunungkidul. Jika hasil Rontgen menunjukkan adanya dugaan TBC, jelas Rina, maka pemeriksaan dilanjutkan dengan tes dahak guna memastikan diagnosis.

Rina menambahkan ACF penting dilakukan untuk menemukan pasien TBC secara dini di masyarakat, agar dapat segera mendapatkan pengobatan sehingga mengurangi risiko penularan dari pasien  Tb yang belum terdiagnosis di masyarakat. 

Untuk mewujudkan eliminasi Tb yang ditargetkan tercapai pada tahun 2030, imbuhnya penemuan kasus Tb secara aktif menggunakan Rontgen dada merupakan salah satu upaya yang harus digalakkan. 

Selain penemuan kasus secara aktif, upaya ini juga diimbangi dengan pemberian obat yang tepat dan langkah pencegahan, antara lain dengan  pemberian Terapi Pencegahan Tb (TPT). "Terapi pencegahan ini diberikan kepada individu yang memiliki kontak erat dengan pasien Tb untuk mencegah berkembangnya penyakit. Melalui kombinasi penemuan kasus secara aktif, pengobatan yang adekuat, dan upaya pencegahan, target eliminasi TBC di Indonesia diharapkan dapat tercapai," ujarnya.

Menurut Rina, pada awal pelaksanaan ACF pekan lalu itu, mendapat peninjauanBupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. 

Bupati dalam kunjungan tersebut menyatakan kegiatan ACF sebagai langkah jemput bola untuk penemuan orang yang sakit Tb. “ACF ini merupakan langkah yang strategis dan progresif,” ucap Bupati seraya berpesan agar jajarannya tidak hanya menunggu pasien datang berobat.

Bupati mengapresiasi pelaksanaan ACF yang menargetkan 3.000 warganya. “Alat-alatnya canggih. Lima menit foto paru-parunya bisa langsung dibaca,” jelasnya. Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu mengikuti kegiatan ini dan meyakinkan bahwa partisipasi dalam acara ini tidak dipungut biaya.

Lebih lanjut, Bupati menyebut kasus Tb ini sebagai fenomena gunung es, di mana kasus yang terdeteksi saat ini hanyalah bagian kecil dari keseluruhan kasus yang ada di masyarakat. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, menyampaikan bahwa penemuan kasus Tuberkulosis di wilayahnya baru tercapai 43 persen dari estimasi kasus yang ditargetkan. “ACF ini melengkapi metode passive case finding yang selama ini dilakukan,” jelasnya.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya