Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS Tuberkulosis (Tb) di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, mencapai 309 orang selama tiga bulan terakhir pada 2026.
Sejak Januari hingga pertengahan April 2026, masyarakat yang terinfeksi penyakit Tb di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, telah mencapai 309 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu, Sri Martiana di Bengkulu, mengatakan, kasus Tb di Kota Bengkulu, masih tetap ada, dan masih cukup banyak yang ditemukan sejak Januari hingga pertengahan April 2026 mencapai 309 kasus.
"Dengan banyaknya masyarakat yang mengidap penyakit Tb menunjukkan masih terjadinya penularan yang cukup dominan sehingga memerlukan upaya penanganan yang berkelanjutan," katanya
Tingginya temuan kasus Tb ini, lanjut dia, merupakan hasil dari upaya aktif Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, dalam melakukan penelusuran dan deteksi dini sehingga semakin banyak penderita yang terdata untuk segera diobati.
Saat ini, Dinkes terus memperkuat kerja sama dengan puskesmas serta berbagai yayasan atau lembaga kesehatan untuk menemukan kasus-kasus baru sedini mungkin.
Upaya tersebut, dilakukan sebagai salah satu strategi Pemkot dalam mengendalikan penyebaran Tb.
"Jika orang yang batuknya sampai dengan 14 hari maka akan dilakukan pemeriksaan, apakah orang tersebut mengidap Tb atau tidak karena penting agar segera ditangan," imbuhnya.
Saat ini, kata dia, Pemkot terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya Tb, cara penularan dan pentingnya pengobatan yang tuntas.
Salah satu tantangan dalam penanganan Tb adalah kepatuhan pasien dalam menjalani terapi yang membutuhkan waktu cukup lama.
Kesadaran dan peran aktif masyarakat menjadi kunci penting dalam memutus rantai penyebaran Tb sehingga ke depan angka kasus dapat terus menurun dan kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat. (H-2)
Selain penemuan kasus secara aktif, upaya ini juga diimbangi dengan pemberian obat yang tepat dan langkah pencegahan, antara lain dengan pemberian Terapi Pencegahan Tb.
Dilantiknya Benyamin Paulus yang seorang dokter spesialis paru sebagai wakil menteri kesehatan membawa harapan baru untuk penanggulangan tuberkulosis (TB) di Indonesia.
Pemerintah pusat merencanakan penyediaan alat rontgen untuk seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
WAKIL Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menempati posisi kedua di dunia dalam jumlah kasus Tuberkulosis (Tb), setelah India.
Kepala Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih, Murni Luciana Naibaho mengungkapkan, ratusan tokoh masyarakat dari tiga kelurahan yang dikukuhkan sebagai agen perubahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved