Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Kabar duka yang menimpa salah satu vokalis band ternama Indonesia akibat komplikasi Tuberkulosis (TB) yang menyerang ginjal hingga harus menjalani cuci darah rutin, memicu keprihatinan publik.
Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa TB bukan hanya penyakit yang menyerang paru-paru, melainkan bakteri yang mampu merusak organ vital lainnya.
Indonesia sendiri masih mencatat angka kejadian dan tingkat mortalitas TB yang cukup tinggi. Selama ini, pemahaman masyarakat umum masih terbatas pada gejala batuk kronis, sementara keterlibatan organ seperti ginjal masih jarang disadari hingga kondisinya mencapai tahap kronis.
Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr. Christy Efiyanti, SpPD, menjelaskan bahwa TB ginjal merupakan salah satu bentuk TB ekstra paru. Kondisi ini terjadi akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis pada jaringan ginjal.
MI/HO--Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr. Christy Efiyanti, SpPDMenurut Christy, perbedaan mendasar antara TB ginjal dan TB paru terletak pada fokus infeksinya.
Jika pada TB paru bakteri menyerang langsung melalui udara, pada TB ginjal, bakteri menyebar dari fokus infeksi primer (biasanya paru-paru) melalui aliran darah.
"Rute infeksi utamanya melalui inhalasi aerosol yang mengandung Mycobacterium tuberculosis. Ginjal memiliki banyak pembuluh darah dan dapat terinfeksi secara hematogen, melalui pembuluh darah limfatik, atau penyebaran langsung setelah infeksi primer dari paru atau usus," jelas Christy.
Proses infeksi ini tidak boleh dianggap remeh karena dapat memicu peradangan kronis yang merusak struktur ginjal. Christy memaparkan bahwa kondisi ini dapat berkembang menjadi nefritis tubulointerstisial (peradangan ginjal) kronis, nekrosis papiler, hingga fibrosis atau pembentukan jaringan parut yang luas.
"Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk uropati obstruktif, hidronefrosis, dan gagal ginjal," ujarnya memperingatkan dampak jangka panjang dari infeksi tersebut.
Salah satu tantangan terbesar dalam menangani TB ginjal adalah gejalanya yang tidak khas. Banyak pasien terlambat terdiagnosis karena keluhan yang muncul sering kali menyerupai infeksi saluran kemih (ISK) biasa, seperti nyeri saat berkemih, peningkatan frekuensi buang air kecil, atau adanya darah dalam urine (hematuria).
"Kadang hanya dikira sebagai infeksi saluran kemih biasa," kata Christy.
Selain gejala lokal pada saluran kemih, penderita mungkin juga mengalami gejala umum TBC seperti demam, penurunan berat badan secara drastis, dan keringat malam hari, meski tanda-tanda ini tidak selalu muncul pada setiap pasien.
Sebagai langkah preventif, Christy menekankan pentingnya kewaspadaan dini. Jika seseorang mengalami keluhan pada saluran kemih yang tidak kunjung sembuh, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi medis.
"Bila ada keluhan berkemih sebaiknya jangan ditunda, segera konsultasikan ke dokter. Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang laboratorium dan radiologis untuk menegakkan diagnosis dan memberikan pengobatan yang sesuai," pungkasnya. (Z-1)
Pemerintah menegaskan percepatan eliminasi tuberkulosis (Tb) sebagai langkah darurat nasional, menyusul tingginya angka penularan dan kematian akibat penyakit tersebut.
Spesialis Paru RSPI Sulianti Saroso ingatkan pasien TB untuk konsisten minum obat guna membunuh kuman dorman dan mencegah resistensi obat yang berbahaya.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama, menilai pemanfaatan dana desa untuk pengendalian tuberkulosis (TB) tetap relevan dan tepat sasaran.
Selain mual dan kelelahan, gejala ringan lain yang kerap dikeluhkan meliputi sakit kepala, sensasi menyerupai flu, nyeri sendi, hingga suhu tubuh yang terasa lebih hangat.
MEDIA sosial sempat dihebohkan dengan pernyataan dari influencer yang menyebut bahwa tuberkulosis (Tb) dapat dicegah dan diobati dengan obat herbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved