Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat menular. Campak juga dapat menyebabkan komplikasi hingga kematian jika tidak dideteksi secara dini. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman di Jakarta, Rabu (4/3) mengatakan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata di daerah menjadi kunci pencegahan untuk memutus rantai penularan.
Menurut Aji, misinformasi mengenai vaksin campak membuat penolakan imunisasi terjadi. Ia menyebut misinformasi soal imunisasi banyak beredar di media sosial.
Cakupan imunisasi yang turun, sambung dia, sangat berdampak pada peningkatan kasus campak belakangan ini.
Kemenkes mencatat pada tahun 2025 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dilaporkan terjadi di 87 kabupaten/kota. Adapun tahun 2026 KLB campak di 24 kabupaten/kota. Terdapat 10 kabupaten/kota yang mengalami KLB campak selama dua tahun berturut-turut, yaitu Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kota Padang, Kabupaten Garut, Kabupaten Sleman, Kabupaten Jember, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Tojo Una-Una, dan Kota Makassar.
Oleh karena itu, Aji mengatakan Kemenkes menggalakkan edukasi dan melawan misinformasi agarcakupan imunisasi campak meningkat.
Selain itu, Kemenkes melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) dan Imunisasi Kejar Serentak untuk mengejar cakupan imunisasi campak.
" Imunisasi untuk menanggulangi KLB melalui dua mekanisme utama yaitu ORI dan Imunisasi Kejar Serentak atau Catch Up Campaign," ucap dia.
Untuk melawan disinformasi mengenai imunisasi campak, Aji mengatakan Kemenkes berkoordinasi dengan organisasi keagamaan dan Kementerian Dalam Negeri sehingga imunisasi campak mendapat dukungan.
Aji meminta agar orangtua segera mengunjungi fasilitas kesehatan ketika anak mereka mengalami gejala campak. Kecepatan deteksi dini berpengaruh pada penularan.
Masyarakat, sambung dia, dapat bersama-sama melakukan pencegahan penyebaran penyakit campak yakni melaporkan dan memeriksakan anak yang mengalami gejala demam dan ruam. Anak-anak juga bisa mendapatkan imunisasi campak di posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat. (Ant/H-4)
IMUNISASI disebut sebagai langkah paling efektif dalam mencegah dan menekan penyebaran campak, terutama pada anak usia balita.
Pada tahap pertama imunisasi tersebut mencakup 404 orang dan tahap kedua mencakup 599 orang.
Kemenkes dan Pemprov Aceh mengimunisasi 15.128 tenaga kesehatan untuk mencegah penularan campak.
Kekebalan kelompok (herd immunity) di DIY terbilang tinggi karena vaksinasi MR dosis pertama di DIY mencapai 98 persen dan dosis kedua sekitar 96 persen.
IDAI menekankan pentingnya imunisasi masif untuk mengatasi lonjakan kasus campak dan polio di Indonesia sebagai penyakit yang muncul kembali.
Pemkab Deli Serdang mengoptimalkan imunisasi kejar campak melalui layanan puskesmas dan posyandu guna mencegah kasus secara berkelanjutan.
Kemenkes RI luncurkan Konsorsium 1000 HPK bersama Rabu Biru Foundation untuk mengintegrasikan intervensi kesehatan ibu dan anak demi target Indonesia Emas 2045.
KADIN, Takeda, dan Bio Farma luncurkan SIAP Lawan Dengue untuk perkuat K3 dan produktivitas perusahaan dari risiko demam berdarah di Indonesia.
YAYASAN Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menanggapi kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait kewajiban pencantuman label gizi berupa label Nutri-level pada pangan siap saji.
Ada sekitar 408.661 kasus baru kanker dengan lebih dari 242.000 kematian setiap tahunnya di Indonesia.
Kemenkes meresmikan penerapan label Nutri-Level pada produk makanan dan minuman (mamin) kemasan untuk mencegah konsumsi gula, garam, lemak berlebih.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengatakan penyakit parkinson merupakan salah satu penyakit yang mencerminkan realitas penuaan masyarakat dan meningkatnya beban penyakit degeneratif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved