Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDIDIKAN seksual sejak dini kini menjadi perhatian serius bagi kalangan psikolog sebagai langkah preventif dalam melindungi anak dari ancaman pelecehan dan kekerasan seksual. Namun, penyampaiannya tidak harus kaku. Orangtua disarankan untuk menyelipkan edukasi tersebut melalui kegiatan interaktif di rumah.
Psikolog klinis di Rumah Sakit Jiwa Aceh, Devi Yanti, M. Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa pendekatan bermain jauh lebih efektif karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
"Permainan atau kegiatan interaktif di rumah ditujukan agar (pendidikan) jadi tidak kaku. Maka dari itu orangtua dapat menggunakan pendekatan bermain," ujar Devi, dikutip Sabtu (7/2).
Salah satu metode praktis yang disarankan oleh Devi adalah permainan "Lampu Lalu Lintas Sentuhan".
Dalam permainan ini, orangtua menggunakan analogi warna untuk memberikan pemahaman mengenai batasan fisik. Warna hijau digunakan sebagai penanda area tubuh yang aman untuk disentuh, sementara warna merah menjadi peringatan keras untuk area yang dilarang untuk disentuh oleh siapapun.
Selain permainan warna, penggunaan alat peraga seperti boneka atau gambar anatomi tubuh manusia juga sangat membantu. Media ini memudahkan orangtua dalam menunjukkan secara spesifik bagian-bagian tubuh mana saja yang bersifat privasi.
Tidak hanya soal pemahaman bagian tubuh, anak juga perlu dilatih untuk bertindak. Devi menyarankan orang tua untuk melakukan simulasi atau bermain peran (role play) sederhana.
Melalui latihan ini, anak diajarkan cara bersikap tegas saat menghadapi situasi yang mencurigakan.
Anak dilatih untuk berani mengatakan "tidak" kepada orang asing atau siapa pun yang melanggar batasan.
Selain itu, simulasi ini bertujuan mengajari anak cara mencari bantuan serta pentingnya segera melapor kepada orang dewasa yang mereka percayai jika mengalami tindakan yang membuat tidak nyaman.
"Pendekatan ini membuat anak belajar tanpa rasa takut dan lebih mudah memahami," tambah Bendahara Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Aceh tersebut.
Selain permainan, penggunaan buku cerita bertema serupa juga dapat menjadi pilihan edukasi yang suportif.
Devi juga menekankan bahwa tanggung jawab edukasi ini tidak hanya berada di pundak orangtua inti. Anggota keluarga yang lebih tua, seperti kakek dan nenek, juga perlu diberi pemahaman tentang pentingnya mengajarkan proteksi diri pada cucu mereka.
Kesamaan sudut pandang dalam keluarga akan memperkuat benteng perlindungan bagi anak.
Sebagai penutup, Devi menegaskan bahwa pendidikan seksual sejak dini bukanlah hal yang negatif jika dilakukan dengan benar.
"Intinya, pendidikan seks yang tepat usia justru memperkuat nilai moral, rasa hormat terhadap diri sendiri, dan mencegah anak menjadi korban," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Psikolog Sani Budiantini menekankan pentingnya kesiapan mental orangtua dalam menghadapi reaksi anak saat implementasi PP Tunas dan pembatasan gawai.
Roblox memperkenalkan Roblox Kids dan Roblox Select di Indonesia untuk melindungi pengguna di bawah 16 tahun dengan kontrol orang tua yang lebih ketat.
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Pengumuman SNBP 2026 memicu refleksi mendalam bagi orang tua. Fokus kini bergeser dari sekadar nama besar kampus ke relevansi kurikulum dan kesiapan kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved