Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MARS sejak lama dijuluki Planet Merah. Julukan ini sudah dikenal sejak zaman kuno, ketika berbagai peradaban mengamati langit malam dan melihat Mars bersinar dengan warna kemerahan.
Bangsa Romawi bahkan menamai planet ini berdasarkan dewa perang mereka karena warnanya dianggap menyerupai darah.
Namun, apakah Mars benar-benar berwarna merah? Jawabannya tidak sesederhana itu. Berikut penjelasan ilmiahnya.
Secara ilmiah, warna kemerahan Mars disebabkan oleh besi oksida, senyawa kimia yang sama dengan karat. Besi oksida melapisi batuan dan debu di permukaan Mars.
Debu halus ini menyebar ke seluruh planet dan memantulkan cahaya Matahari dengan nuansa merah-oranye, sehingga Mars tampak merah saat diamati dari Bumi.
Fenomena ini sebenarnya tidak asing bagi manusia. Darah manusia berwarna merah karena kandungan besi yang berikatan dengan oksigen dalam hemoglobin. Karena itu, anggapan kuno yang mengaitkan Mars dengan darah ternyata memiliki dasar ilmiah.
Meski dikenal sebagai Planet Merah, permukaan Mars dari jarak dekat tidak selalu tampak merah menyala.
Foto-foto yang diambil oleh rover dan wahana antariksa menunjukkan warna Mars lebih dominan cokelat berkarat, kecokelatan, hingga keabu-abuan.
Gambar bersejarah dari pendarat Viking pada 1976, wahana pertama yang berhasil mendarat di Mars, memperlihatkan tanah Mars tertutup debu oranye berkarat. Namun, warna ini berbeda-beda tergantung wilayah dan komposisi mineralnya.
Tidak semua bagian Mars berwarna gelap atau kemerahan. Di wilayah kutub, Mars memiliki tudung es berwarna putih.
Lapisan es ini terdiri dari air beku, seperti es di Bumi, yang kemudian dilapisi karbon dioksida beku (es kering).
Menariknya, es kering di kutub Mars dapat menguap saat terkena sinar Matahari dan kembali membeku ketika suhu turun. Akibatnya, ukuran tudung es Mars bisa menyusut dan membesar mengikuti pergantian musim.
Selain cahaya tampak, Mars juga memancarkan cahaya dalam spektrum inframerah dan ultraviolet, yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia.
Dengan kamera khusus, ilmuwan memetakan Mars menggunakan citra warna semu (false color). Warna-warna ini bukan warna asli, melainkan ditambahkan untuk membantu peneliti mengidentifikasi suhu, komposisi permukaan, dan struktur es.
Menariknya, saat citra cahaya tampak dibandingkan dengan citra inframerah, banyak fitur yang tetap terlihat, termasuk tudung es di kutub Mars.
Wahana antariksa MAVEN milik NASA, yang diluncurkan pada 2013, memotret Mars menggunakan cahaya ultraviolet. Data ini memberikan wawasan penting tentang atmosfer Mars dan bagaimana planet tersebut kehilangan atmosfernya dari waktu ke waktu.
Selain itu, para astronom juga mempelajari Mars menggunakan gelombang radio, gelombang mikro, sinar-X, hingga sinar gamma. Setiap spektrum elektromagnetik membuka informasi baru tentang sejarah geologi, aktivitas vulkanik, evolusi atmosfer, dan kemungkinan keberadaan air cair di masa lalu. (Space.com/Z-10)
NASA mendukung misi European Space Agency ExoMars. Rover Rosalind Franklin ditargetkan meluncur 2028 untuk mencari jejak kehidupan di Mars.
Rover Curiosity NASA menemukan molekul organik kompleks di Kawah Gale, Mars. Temuan ini memperkuat kemungkinan adanya bahan penyusun kehidupan di masa lalu.
WAHANA penjelajah milik NASA, Curiosity, kembali membuat temuan penting di Mars.
Rover Curiosity NASA temukan formasi batuan unik menyerupai sisik naga di Mars. Simak penjelasan ilmuwan JPL mengenai siklus air kuno di Planet Merah.
Temuan ini diungkap melalui serangkaian foto terbaru yang memperlihatkan pola poligon aneh menyerupai sisik reptil raksasa yang membatu.
Bercak hitam di Mars kembali jadi sorotan ilmuwan. NASA dan ESA mengungkap fenomena ini kemungkinan dipicu debu kering, bukan aliran air.
Foto terbaru ESA mengungkap bercak abu vulkanik di Mars yang terus merayap sejauh 6,5 km per tahun. Apa penyebab fenomena misterius di Utopia Planitia ini?
Peneliti menemukan struktur geologi unik di Mars yang mirip landas kontinen di Bumi. Penemuan ini memperkuat bukti sepertiga permukaan Mars dulunya adalah samudra.
Wahana Curiosity milik NASA menemukan formasi geologi unik berbentuk “jaring laba-laba” di Mars. Fenomena boxwork ini diyakini terbentuk dari aktivitas air purba.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Menurut laporan ilmiah dan data dari pengamatan satelit, permukaan Mars terdiri dari campuran berbagai material mineral yang memantulkan cahaya dengan spektrum warna berbeda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved