Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA puluhan tahun, para ilmuwan berspekulasi apakah planet Mars yang kini kering dan gersang dulunya pernah memiliki samudra luas. Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature memberikan bukti kuat melalui penemuan struktur geologi raksasa yang menyerupai "ring wastafel" di permukaan Planet Merah tersebut.
Penelitian ini menunjukkan sepertiga permukaan Mars kemungkinan besar pernah tertutup samudra yang stabil selama jutaan tahun. Penemuan ini menjadi kepingan teka-teki penting untuk menjawab apakah Mars purba pernah menjadi tempat bernaung bagi kehidupan.
Sebelumnya, misi ke Mars telah menemukan banyak fitur geologi yang menyerupai garis pantai. Namun, fitur-fitur tersebut ditemukan pada ketinggian yang bervariasi, sehingga meragukan teori tentang samudra yang stabil.
Dalam studi terbaru ini, para peneliti dari University of Texas di Austin dan Caltech menggunakan simulasi komputer dengan cara "mengeringkan" samudra di Bumi untuk melihat fitur apa yang tersisa. Hasilnya, fitur paling mencolok bukanlah garis pantai, melainkan zona datar luas yang dikenal sebagai dataran pantai dan landas kontinen (continental shelves).
Fitur ini melingkari kontur tempat daratan bertemu samudra, persis seperti cincin kotoran yang tersisa di sekeliling bak mandi setelah airnya dikuras.
Setelah menganalisis data topografi dari pengorbit Mars, para ilmuwan menemukan zona datar serupa di belahan bumi utara Mars. Zona ini diyakini sebagai landas kontinen dari samudra purba yang terletak sekitar 1.800 hingga 3.800 meter di bawah permukaan laut Mars.
Ukuran landas kontinen sebesar itu membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terbentuk dan tidak mungkin ditemukan di sekitar danau kecil. Hal ini menunjukkan bahwa samudra di Mars mampu bertahan secara stabil selama jutaan tahun.
"Mars kemungkinan besar memiliki landas kontinen, yang menambahkan bukti baru yang sederhana bagi keberadaan sebuah samudra," ujar penulis utama studi, Abdallah Zaki, seorang ahli geologi planet di University of Texas, kepada Space.com.
"Kemungkinan adanya samudra menunjukkan kumpulan air yang sangat besar mungkin telah bertahan untuk waktu yang lama. Itu bisa menjadi bahan penting bagi kehidupan."
Selain landas kontinen, para peneliti juga menemukan bukti delta sungai yang sejajar dengan struktur tersebut. Di Bumi, sedimen di wilayah pesisir sering kali menyimpan fosil dari benua. Oleh karena itu, para peneliti mencatat bahwa misi masa depan dapat menganalisis deposit sedimen di landas kontinen Mars untuk mencari jejak kehidupan purba.
Meskipun asal-usul terbentuknya landas kontinen ini masih menjadi misteri penemuan ini membuka babak baru dalam pemahaman kita tentang evolusi planet tetangga terdekat kita tersebut. (Space/Z-2)
Hasil penelitian tersebut mengungkap bahwa air dari gunung di Mars yang berdekatan pernah meresap ke bukit pasir melalui celah-celah kecil.
LANGKAH besar dalam eksplorasi Mars akhirnya menemui titik terang setelah NASA secara resmi memberikan persetujuan untuk implementasi proyek Rosalind.
Robot Perseverance NASA temukan bukti sungai purba di Mars. Penemuan ini memperkuat teori Mars dulu hangat dan berair.
Eksplorasi Mars terancam kontaminasi mikroorganisme Bumi. Ilmuwan menemukan bakteri dan organisme tangguh yang mampu bertahan di luar angkasa.
Penemuan metana di Mars telah memicu spekulasi tentang kemungkinan kehidupan di Planet Merah.
Foto terbaru ESA mengungkap bercak abu vulkanik di Mars yang terus merayap sejauh 6,5 km per tahun. Apa penyebab fenomena misterius di Utopia Planitia ini?
Wahana Curiosity milik NASA menemukan formasi geologi unik berbentuk “jaring laba-laba” di Mars. Fenomena boxwork ini diyakini terbentuk dari aktivitas air purba.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Menurut laporan ilmiah dan data dari pengamatan satelit, permukaan Mars terdiri dari campuran berbagai material mineral yang memantulkan cahaya dengan spektrum warna berbeda.
Mars sejak lama dijuluki Planet Merah. Julukan ini sudah dikenal sejak zaman kuno, ketika berbagai peradaban mengamati langit malam dan melihat Mars bersinar dengan warna kemerahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved