Temukan Air Bawah Tanah Kuno, Mungkinkah Mars Tetap Layak Huni?

Asha Bening Rembulan
22/4/2026 21:30
Temukan Air Bawah Tanah Kuno, Mungkinkah Mars Tetap Layak Huni?
Wahana penjelajah Mars Curiosity milik NASA mengambil foto selfie pada 25 Oktober 2020, setelah mengebor sampel batuan dari sebuah tempat yang dijuluki "Mary Anning."(NASA/JPL-Caltech)

PARA astronom dari New York University Abu Dhabi (NYUAD) telah menemukan bukti baru bahwa air pernah mengalir di bawah permukaan Mars. Penemuan ini mengindikasi bahwa planet tersebut mungkin tetap layak huni bagi kehidupan jangka lama.

Penelitian yang dilakukan oleh Dimitra Atri bersama Vignesh Krishnamoorthy ini menunjukkan bahwa gundukan pasir kuno di Kawah Gale secara bertahap berubah menjadi batuan setelah berinteraksi dengan air bawah tanah miliaran tahun lalu.

Bandingkan Data Curiosty dengan Gurun di Uni Emirat Arab

Atri dan Krishnamoorthy membandingkan data dari wahana antariksa NASA Curiosity dengan formasi batuan di gurun Uni Emirat Arab (UEA) yang terbentuk dalam kondisi serupa di Bumi.

Hasil penelitian tersebut mengungkap bahwa air dari gunung di Mars yang berdekatan pernah meresap ke bukit pasir melalui celah-celah kecil, merendam pasir dari bawah, dan meninggalkan mineral yang sama seperti gurun di Bumi.

Mineral-mineral tersebut memerangkap dan melestarikan jejak materi organik yang menjadikannya bahan penelitian untuk misi masa depan guna mencari bukti kehidupan di masa lalu.

Dari penelitian Atri dan Krishnamoorthy ini memperlihatkan bahwa Mars tidak hanya berubah dari basah menjadi kering, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan terlindungi yang mampu mendukung kehidupan mikroskopis.

Temuan Baru dari Curiosity

Pada hari Selasa (21/04), batuan Mary Anning 3 yang dibor dan dianalisis oleh wahana antariksa NASA Curiosity semenjak 2020 berhasil ditemukan kandungan molekul organiknya. 

NASA berhasil mengungkap dua puluh satu molekul yang mengandung karbon dari Mars dengan tujuh diantaranya merupakan molekul yang pertama kali terdeteksi di Mars. Diantara molekul yang baru teridentifikasi tersebut adalah heterosiklik nitrogen yang dianggap sebagai cikal bakal RNA dan DNA. 

Selain itu, dari batuan Mary Anning 3 juga ditemukan molekul benzothiophene yang banyak ditemukan di meteorit. Beberapa astronom berpendapat bahwa kandungan tersebut yang terdapat dalam meteorit telah menabur benih kimia prebiotik di seluruh tata surya awal.

Meskipun para astronom belum memiliki cara untuk mengetahui apakah molekul organik ini tercipta melalui proses biologis, geologis, atau gabungan keduanya, tetapi penemuan ini menjadi informasi baru yang menandakan bahwa Mars memiliki kimia yang tepat untuk mendukung kehidupan. (Astrobiology, JPL NASA/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya