Robot Penjelajah Rosalind Franklin Siap Cari Jejak Kehidupan di Mars pada 2028

Nadhira Izzati A
18/4/2026 13:35
Robot Penjelajah Rosalind Franklin Siap Cari Jejak Kehidupan di Mars pada 2028
Ilustrasi robot penjelajah Rosalind Franklin di Mars.(Dok. ESA)

LANGKAH besar dalam eksplorasi Mars akhirnya menemui titik terang setelah NASA secara resmi memberikan persetujuan untuk implementasi proyek rover Rosalind Franklin Support and Augmentation (ROSA). 

Keputusan ini memperkuat kemitraan antara NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) dalam misi untuk mencari jejak kehidupan di Mars

Misi Rosalind Franklin sebenarnya memiliki sejarah yang cukup berliku. Awalnya, proyek ini merupakan kolaborasi erat antara ESA dan badan antariksa Rusia, Roscosmos. Namun, pecahnya perang antara Rusia dan Ukraina pada tahun 2022 memicu pemutusan hubungan kerja sama antariksa secara mendadak.

Setelah melalui proses negosiasi dan perancangan ulang, NASA kini resmi terlibat untuk menggantikan peran yang sebelumnya dipegang oleh Rusia. Dengan kolaborasi baru ini, misi tersebut kembali berada di jalur yang tepat dengan target peluncuran paling lambat pada akhir tahun 2028. 

Mencari Jejak Kehidupan di Mars

Robot penjelajah Rosalind Franklin memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh misi-misi Mars sebelumnya. Fokus utamanya adalah eksplorasi bawah permukaan di wilayah Oxia Planum, sebuah area yang diyakini pernah mengandung air dan endapan kaya lempung.

Robot ini mampu melakukan pengeboran hingga kedalaman dua meter, sebuah metode yang dianggap krusial karena sampel di bawah tanah lebih terlindungi dari radiasi keras yang dapat merusak material organik. 

"Dijadwalkan meluncur pada 2028, Rosalind Franklin akan menjadi robot penjelajah Mars pertama yang mencari tanda-tanda kehidupan masa lalu atau masa kini di bawah permukaan Planet Merah," lapor NASA.

Para ilmuwan meyakini bahwa sampel bawah permukaan ini dapat menyimpan bukti kehidupan mikroba masa lalu yang masih terjaga dengan baik.

SpaceX Falcon Heavy Sebagai Peluncur Utama

Untuk membawa robot penjelajah ini ke luar angkasa, NASA telah memilih roket Falcon Heavy milik SpaceX sebagai kendaraan peluncur utama. Pemilihan ini dilakukan melalui skema kontrak layanan peluncuran yang kompetitif dan akan dilaksanakan dari Kompleks Peluncuran 39A di Kennedy Space Center, Florida. 

Dengan dukungan roket paling kuat di dunia dan teknologi pendaratan yang semakin matang, misi ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang sejarah geologi Mars serta menjawab pertanyaan besar mengenai keberadaan kehidupan di luar Bumi. 

(NASA, Money Control, India Today/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya