Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH besar dalam eksplorasi Mars akhirnya menemui titik terang setelah NASA secara resmi memberikan persetujuan untuk implementasi proyek rover Rosalind Franklin Support and Augmentation (ROSA).
Keputusan ini memperkuat kemitraan antara NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) dalam misi untuk mencari jejak kehidupan di Mars.
Misi Rosalind Franklin sebenarnya memiliki sejarah yang cukup berliku. Awalnya, proyek ini merupakan kolaborasi erat antara ESA dan badan antariksa Rusia, Roscosmos. Namun, pecahnya perang antara Rusia dan Ukraina pada tahun 2022 memicu pemutusan hubungan kerja sama antariksa secara mendadak.
Setelah melalui proses negosiasi dan perancangan ulang, NASA kini resmi terlibat untuk menggantikan peran yang sebelumnya dipegang oleh Rusia. Dengan kolaborasi baru ini, misi tersebut kembali berada di jalur yang tepat dengan target peluncuran paling lambat pada akhir tahun 2028.
Robot penjelajah Rosalind Franklin memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh misi-misi Mars sebelumnya. Fokus utamanya adalah eksplorasi bawah permukaan di wilayah Oxia Planum, sebuah area yang diyakini pernah mengandung air dan endapan kaya lempung.
Robot ini mampu melakukan pengeboran hingga kedalaman dua meter, sebuah metode yang dianggap krusial karena sampel di bawah tanah lebih terlindungi dari radiasi keras yang dapat merusak material organik.
"Dijadwalkan meluncur pada 2028, Rosalind Franklin akan menjadi robot penjelajah Mars pertama yang mencari tanda-tanda kehidupan masa lalu atau masa kini di bawah permukaan Planet Merah," lapor NASA.
Para ilmuwan meyakini bahwa sampel bawah permukaan ini dapat menyimpan bukti kehidupan mikroba masa lalu yang masih terjaga dengan baik.
Untuk membawa robot penjelajah ini ke luar angkasa, NASA telah memilih roket Falcon Heavy milik SpaceX sebagai kendaraan peluncur utama. Pemilihan ini dilakukan melalui skema kontrak layanan peluncuran yang kompetitif dan akan dilaksanakan dari Kompleks Peluncuran 39A di Kennedy Space Center, Florida.
Dengan dukungan roket paling kuat di dunia dan teknologi pendaratan yang semakin matang, misi ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang sejarah geologi Mars serta menjawab pertanyaan besar mengenai keberadaan kehidupan di luar Bumi.
(NASA, Money Control, India Today/H-3)
Setelah bertahun-tahun dianggap jejak aliran air asin, misteri guratan gelap yang kerap muncul di lereng curam Mars akhirnya terkuak.
NASA mendukung misi European Space Agency ExoMars. Rover Rosalind Franklin ditargetkan meluncur 2028 untuk mencari jejak kehidupan di Mars.
NASA sukses menguji coba navigasi AI pada Rover Perseverance di Mars. Tanpa campur tangan manusia, AI kini mampu memetakan rute aman di medan ekstrem Planet Merah.
Eksplorasi Mars terancam kontaminasi mikroorganisme Bumi. Ilmuwan menemukan bakteri dan organisme tangguh yang mampu bertahan di luar angkasa.
Uji coba ini dilakukan untuk memastikan drone generasi berikutnya siap menghadapi kondisi atmosfer dan permukaan Planet Merah yang penuh tantangan.
NASA kembali mencatat tonggak sejarah eksplorasi Mars dengan mengabadikan momen langka: gunung berapi raksasa Arsia Mons yang menembus lautan awan pagi di planet merah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved