Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERLOMBAAN untuk menguasai teknologi eksplorasi Mars memasuki babak baru. Para insinyur dari Laboratorium Propulsi Jet (JPL) NASA kini tengah gencar menguji coba tiga drone otonom di medan ekstrem Taman Nasional Death Valley, California.
Uji coba ini dilakukan untuk memastikan drone generasi berikutnya siap menghadapi kondisi atmosfer dan permukaan Planet Merah yang penuh tantangan.
Drone-drone ini bukan sekadar alat terbang biasa. Mereka adalah bagian dari proyek ambisius yang disebut Extended Robust Aerial Autonomy (ERAA).
Proyek ini bertujuan mengembangkan perangkat lunak navigasi yang tangguh atau robust khusus dirancang untuk lingkungan Mars yang gersang dan tidak terprediksi.
Uji coba di Death Valley dan Gurun Mojave dipilih karena topografinya dianggap paling menyerupai Mars, menampilkan bukit pasir gurun yang tandus dan nyaris tak berciri.
Pemilihan lokasi uji coba ini didasari oleh tantangan yang pernah dihadapi oleh pendahulu mereka, helikopter penjelajah legendaris NASA, Ingenuity, yang kini telah dinonaktifkan.
Roland Brockers, seorang peneliti sekaligus pilot drone JPL, menjelaskan bahwa algoritma navigasi Ingenuity kesulitan saat melintasi area luas yang "tidak terstruktur dengan baik."
"Ingenuity dirancang untuk terbang di atas medan yang terstruktur dengan baik, tetapi pada akhirnya harus melintasi area yang luas sehingga hal ini menjadi sulit," kata Brockers.
Medan tandus dan homogen seperti yang ditemukan di Mars Hill dan Pasir Mesquite Flats, lokasi uji coba yang dikunjungi tim pada akhir April dan awal September sering membingungkan algoritma karena minimnya fitur atau landmark visual yang dapat dijadikan patokan navigasi.
Proyek ERAA berfokus untuk memperbaiki kelemahan ini, memungkinkan drone menjelajah secara otonom tanpa memerlukan input navigasi konstan dari Bumi.
Sebagai salah satu dari 25 proyek yang didanai oleh Program Eksplorasi Mars NASA tahun lalu, tim ERAA berhasil memperoleh beberapa temuan penting selama pengujian.
Salah satu terobosan kunci adalah bagaimana filter kamera dapat secara signifikan membantu drone dalam melacak pergerakan permukaannya (ground tracking).
Selain itu, algoritme navigasi baru yang dikembangkan mampu memandu drone untuk mendarat dengan aman di medan yang tidak rata. Kemampuan ini sangat krusial, mengingat pendaratan di Mars sering kali harus dilakukan di permukaan berbatu, berkawah, atau miring.
Sejarah Death Valley sebagai laboratorium alam NASA telah terukir sejak tahun 1970-an. Namun, uji coba drone terbaru ini memiliki implikasi yang sangat besar bagi masa depan eksplorasi manusia.
Pengembangan teknologi canggih ini terus dilakukan sebagai persiapan untuk Program Eksplorasi Mars yang akan datang, di mana robot otonom dan tangguh akan menjadi garda terdepan.
Robot-robot ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penjelajah, tetapi juga sebagai asisten canggih yang dapat membantu para astronaut menjalankan tugas-tugas kompleks dan berisiko tinggi selama mereka berada di Mars.
Dengan kemampuan menjelajah mandiri, drone dapat memetakan rute, mengidentifikasi bahaya, dan mengumpulkan sampel dengan efisiensi yang belum pernah ada sebelumnya.
Tujuan akhirnya adalah menciptakan robot yang dapat bergerak di Planet Merah secepat manusia, memungkinkan misi eksplorasi menjadi lebih cepat, aman, dan informatif. (Z-4)
Sumber: JPL NASA
NASA mendukung misi European Space Agency ExoMars. Rover Rosalind Franklin ditargetkan meluncur 2028 untuk mencari jejak kehidupan di Mars.
NASA mempercepat ambisi ke Bulan lewat proyek MoonFall. Empat drone "hopper" akan dikirim untuk memetakan Kutub Selatan Bulan sebelum pendaratan astronot 2028.
Keempat astronot yang terdiri dari Reid Wiseman sebagai komandan, Victor Glover sebagai pilot, serta Christina Koch dan Jeremy Hansen.
Rover Curiosity NASA menemukan molekul organik kompleks di Kawah Gale, Mars. Temuan ini memperkuat kemungkinan adanya bahan penyusun kehidupan di masa lalu.
Asteroid Apophis akan melintas dekat Bumi pada 13 April 2029. NASA memastikan aman, sekaligus jadi peluang langka untuk penelitian kosmik.
NASA telah resmi mengumumkan penugasan empat kru dari tiga agen antariksa berbeda untuk menjalankan misi SpaceX Crew-13.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved