Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi IV DPR RI Rokhmin Dahuri melayangkan peringatan keras kepada pejabat pemerintah terkait bencana banjir yang terus berulang di berbagai daerah. Ia menegaskan bahwa penyebab utama banjir bukanlah cuaca ekstrem, melainkan kerusakan lingkungan akibat ulah manusia.
Menurut Rektor Universitas UMMI Bogor tersebut, berbagai riset ilmiah menunjukkan bahwa faktor meteorologis seperti siklon tropis hanya berkontribusi sekitar 20 persen terhadap terjadinya banjir besar. Sementara 80 persen sisanya dipicu oleh aktivitas manusia, mulai dari alih fungsi lahan, pembalakan liar, hingga tata ruang yang tidak terkendali.
“Kalau pejabat terus-menerus menyalahkan cuaca, maka kita tidak pernah menyentuh akar persoalan. Padahal data ilmiah sudah lama menjelaskan bahwa perusakan lingkungan adalah penyebab utama,” kata Rokhmin Dahuri dalam keterangan yang diterima, Kamis (11/12).
Legislator PDIP itu mengungkapkan bahwa kondisi hutan Indonesia kian mengkhawatirkan. Tutupan hutan di Sumatra disebut telah turun di bawah 25 persen, sementara di Pulau Jawa hanya tersisa sekitar 17 persen.
"Dengan deforestasi separah itu, kemampuan ekosistem menyerap air hujan melemah drastis, membuat wilayah padat penduduk semakin rentan terhadap banjir, longsor, dan krisis air bersih," tegasnya.
Untuk menekan risiko bencana, Rokhmin mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera Melakukan rehabilitasi hutan secara masif, Memperketat pengawasan tata ruang, Menindak tegas pelaku perusakan lingkungan, Merevitalisasi daerah aliran sungai (DAS) dan Membangun infrastruktur pengendali banjir berbasis ekologi.
Ia menekankan bahwa penanganan banjir tidak boleh berhenti pada respons darurat. Indonesia, menurutnya, harus mencontoh negara-negara yang berhasil menekan risiko banjir melalui konsistensi pemulihan ruang hijau, pelestarian lahan kritis, dan pengembalian fungsi ekologis sungai.
“Bencana banjir tidak boleh dianggap sebagai kejadian musiman. Ini masalah tata kelola lingkungan. Kalau kita tidak berubah, intensitas dan kerugiannya akan terus meningkat,” ujarnya.
Dengan pernyataan ini, Ketua Umum Masyarakat Artikultura Indonesia (MAI) berharap para pejabat segera mengubah pola pikir dan menempatkan isu lingkungan sebagai prioritas utama kebijakan nasional.
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
Ibu kota India, New Delhi, mencatatkan suhu tertinggi 42,8 derajat Celsius pada Sabtu (25/4).
Cuaca panas ekstrem di Mekah jadi ancaman serius bagi jemaah haji. Petugas imbau tidak memforsir ibadah, jaga istirahat dan cairan demi hindari heat stroke.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Ia menilai Kemendagri sebagai lembaga pembina pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Pemda setempat yang memiliki perlintasan sebidang.
Politisi Fraksi PKS ini mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur fisik perkeretaapian di kawasan aglomerasi penting dilakukan.
DPR RI mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Selain aspek keuangan, Doli menekankan pentingnya pembaruan sistem kaderisasi partai agar lebih terstruktur dan berorientasi pada kebutuhan publik.
Partai politik telah memiliki aturan main sendiri yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
penilaian lembaga internasional JP Morgan yang menempatkan Indonesia pada posisi atas dalam ketahanan energi mencerminkan bahwa fondasi kebijakan yang dibangun pemerintah sudah tepat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved