Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA ini, obesitas sering dikaitkan dengan tingginya asupan kalori dan kurangnya aktivitas fisik. Namun, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa pola makan ternyata lebih dominan sebagai pemicu obesitas dibandingkan tingkat aktivitas harian.
Studi yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) ini menganalisis pengeluaran energi harian pada orang dewasa dari 34 populasi di enam benua. Pengeluaran ini mencakup berbagai gaya hidup dan tingkat perkembangan ekonomi.
Hasilnya menunjukkan pengeluaran energi harian relatif sama, baik pada masyarakat modern di negara maju maupun pada komunitas tradisional seperti pemburu-peramu dan petani. Artinya, meski aktivitas fisik lebih tinggi, tubuh akan menyesuaikan diri dan mengurangi pengeluaran energi untuk fungsi lain agar tetap stabil.
“Ketika kita lebih banyak membakar energi untuk olahraga, tubuh akan menyeimbangkan dengan mengurangi penggunaan energi pada proses lain yang tidak kita sadari,” jelas Herman Pontzer, profesor biologi dan kesehatan global, dikutip dari NPR.
Karena aktivitas fisik dan pengeluaran energi tidak jauh berbeda antar populasi, pola makan menjadi faktor penentu. Peneliti menyoroti tingginya konsumsi makanan ultra-proses sebagai pemicu utama obesitas.
Semakin besar porsi makanan ultra-proses dalam konsumsi harian, semakin tinggi risiko obesitas. Sebaliknya, pola makan berbasis makanan utuh (whole foods) dinilai lebih efektif untuk mencegah penambahan berat badan berlebih.
Pontzer menegaskan, ini bukan berarti olahraga tidak penting. Namun, menjaga pola makan sehat tetap menjadi kunci utama untuk mengatasi obesitas. (The Guardian/Z-2)
Pasar kebugaran digital Tanah Air diproyeksikan melonjak dari US$ 3,8 miliar (2025) menjadi US$ 12,7 miliar (2031).
Studi ATTICA selama 20 tahun mengungkap bahwa individu dengan obesitas sehat secara metabolik (MHO) tetap memiliki risiko penyakit jantung 39% lebih tinggi.
Obesitas saat ini merupakan salah satu tantangan kesehatan global yang terus meningkat, dengan dampak signifikan terhadap kualitas hidup
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Peningkatan prevalensi obesitas dan penyakit metabolik di Indonesia mendorong perlunya pendekatan penanganan yang lebih komprehensif.
Riset terhadap 16 ribu anak menunjukkan pubertas datang lebih dini. Faktor berat badan, stres, dan lingkungan ikut berperan besar.
IU kembali mencuri perhatian usai mengungkap pola makan ringannya di YouTube. Penyanyi dan aktris itu mengaku hanya makan apel dan blueberry.
Tinggi badan anak dipengaruhi banyak faktor selain genetik, seperti gizi, tidur cukup, dan olahraga. Pelajari cara mendukung pertumbuhannya dengan tepat!
Calon haji disarankan menyiapkan fisik satu bulan sebelum berangkat. Simak tips latihan stamina dan pola makan sehat dari pakar kesehatan.
Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis menyarankan calon jamaah haji menjaga pola makan dan hidrasi sejak sebulan sebelum berangkat demi stamina optimal.
Lansia yang paling disiplin menjalankan diet MIND mengalami perubahan otak yang setara dengan penundaan penuaan selama 2,5 tahun dibandingkan mereka yang tidak.
Studi terbaru ungkap diet MIND bisa memperlambat penuaan otak hingga 2,5 tahun. Tapi benarkah efeknya sebesar itu? Simak faktanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved