Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEIRING bertambahnya usia, kebutuhan tubuh pun berubah, termasuk makanan. Setelah melewati usia 50 tahun, penting untuk lebih selektif terhadap apa yang dikonsumsi. Pola makan yang buruk bisa berdampak langsung pada sistem kekebalan tubuh, metabolisme, dan kesehatan organ vital.
Meski dianggap lebih alami, susu mentah justru rentan mengandung bakteri berbahaya. Bagi lansia dengan daya tahan tubuh lebih rendah, risiko infeksi jauh lebih tinggi. Pilihlah susu pasteurisasi yang telah diperkaya vitamin D dan protein.
Jenis keju seperti Brie, Camembert, dan blue cheese sering tidak dipasteurisasi dan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Gantilah dengan keju keras seperti cheddar, Monterey Jack, atau Swiss yang lebih aman bagi lansia.
Meski beberapa resep menyajikan daging mentah sebagai hidangan mewah, konsumsi daging tanpa dimasak dapat menyebabkan infeksi serius. Sebaiknya pilih daging putih seperti ayam yang dimasak sempurna.
Tidak semua roti multigrain sehat. Banyak produk di pasaran mengandung pengawet, pewarna, dan karbohidrat kosong. Baca label secara cermat dan pilih roti dengan bahan alami dan kaya serat.
Jus buah atau sayur bisa menjadi sumber vitamin, tetapi yang belum dipasteurisasi berisiko membawa bakteri. Solusi terbaik: buat jus sendiri di rumah dengan bahan segar.
Meski rendah kalori, diet soda mengandung pemanis buatan dan zat aditif yang dikaitkan dengan risiko kanker, depresi, dan gangguan metabolik. Kurangi minuman berkarbonasi dan pilih air putih atau infus air buah alami.
Mengonsumsi telur mentah berisiko terpapar bakteri salmonella, yang sangat berbahaya bagi lansia. Pastikan telur dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi.
Lemak tidak selalu jahat. Justru, lemak sehat dari ikan, kacang-kacangan, dan minyak zaitun penting untuk kesehatan jantung dan otak. Pilih produk susu utuh (full-fat) seperti yogurt dan susu murni untuk mendukung fungsi tubuh.
Kecambah sering tumbuh dalam kondisi lembap, lingkungan ideal bagi bakteri. Jika ingin mengonsumsinya, pastikan untuk mencucinya dengan bersih atau memasaknya terlebih dahulu.
Meski populer, sebagian besar minuman olahraga mengandung gula tinggi, pewarna buatan, dan pemanis buatan yang bisa berdampak negatif pada gula darah dan kesehatan gigi. Lebih baik ganti dengan air kelapa segar atau air mineral.
Tidak semua makanan cocok dikonsumsi di segala usia. Setelah usia 50 tahun, tubuh lebih rentan terhadap efek samping dari makanan yang tidak sehat. Dengan menghindari makanan di atas dan memilih asupan bergizi seimbang, Anda bisa menjalani masa tua dengan lebih sehat dan bugar. (dietician geetanjali/Z-2)
Bagi warga senior ini, potensinya adalah quality tourism, karena mereka punya uang lebih lebih banyak, karena tidak lagi memiliki banyak kebutuhan seperti turis berusia muda.
Sebanyak 1.214 jemaah haji asal Kendal diberangkatkan menuju Asrama Haji Donohudan. Pemkab Kendal pastikan fasilitas transportasi dan pendampingan lansia optimal.
Kemenhaj mengingatkan daerah untuk tidak berlebihan dalam seremonial pelepasan jemaah haji 2026. Acara panjang dinilai berisiko bagi kesehatan jemaah, terutama lansia.
Kenaikan suhu global membuat banyak orang kesulitan melakukan aktivitas fisik sederhana seperti pekerjaan rumah tangga atau naik tangga pada siang hari.
Survei global GSK mengungkap risiko cacar api pada lansia dengan penyakit kronis. Di Indonesia, biaya rawat inap mencapai Rp10 juta per kasus.
Pemerintah perketat syarat istitha’ah kesehatan jemaah haji 2026. Mayoritas lansia dan cuaca ekstrem jadi faktor utama tekan angka kematian.
PPIH Arab Saudi pastikan konsumsi jemaah haji 2026 sesuai standar gizi lewat meal test harian, dengan peningkatan porsi dan imbauan batas waktu makan yang ketat.
PEMERINTAH mewajibkan seluruh produk pada kategori tertentu yang beredar di Indonesia wajib bersertifikat halal paling lambat 17 Oktober 2026.
Brain fog merupakan gambaran umum dari penurunan kemampuan kognitif yang kerap dipicu oleh stres, perubahan hormon, hingga efek pascainfeksi.
Masyarakat cenderung merasa tidak enak hati jika makanan yang disajikan untuk tamu habis di tengah acara. Akibatnya, porsi makanan sengaja dilebihkan secara masif.
Makanan yang mudah dicerna tidak hanya bermanfaat saat sakit, tetapi juga dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan sehari-hari.
Pemilihan nutrisi yang memiliki efek antiinflamasi dan antioksidatif menjadi kunci utama dalam menjaga keremajaan tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved