1.000 Lansia Diharapkan Ikut Lari 5 km di Senior Happy Run 2026, Syaratnya Usia Minimal 50 Tahun

Iis Zatnika
28/4/2026 16:13
1.000 Lansia Diharapkan Ikut Lari 5 km di Senior Happy Run 2026, Syaratnya Usia Minimal 50 Tahun
Senior Happy Run 2026 akan diselenggarakan pada 12 Juli 2026. Rute lari berlokasi di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) dengan titik start di Gedung Kementerian Pariwisata.(MI/Iis Zatnika)

Sebanyak 1.000 lansia, yang berusia 50 tahun ke atas ditargetkan akan menjadi peserta Senior Happy Run 2026 yang diselenggarakan pada 12 Juli 2026. Rute lari berlokasi di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) dengan titik start di Gedung Kementerian Pariwisata. 

Tiket dijual seharga Rp200 ribu, kegiatan terbuka bagi umum, namun kegiatan juga melibatkan berbagai komunitas lansia, termasuk Perkumpulan Lansia Aktif Peduli Indonesia (Lantip) serta  Paguyuban Pensiunan Pariwisata.

"Bagi para lansia, yang sebagian besar telah memasuki usia pensiun, yang penting bagi mereka adalah sehat, aktif, dan bermakna. Keberadaan mereka ini juga penting bagi pengembangan kegiatan pariwisata, termasuk wisata olahraga, mengingat jumlah lansia di Indonesia komposisinya terus bertambah," kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011-2014 Sapta Nirwandar dalam acara peluncuran Senior Happy Run 5K 2026 di Jakarta, Selasa (28/4).

Ketua pelaksana Senior Happy Run 5K 2026 Oni Yulfian menyatakan, kendati bernama kegiatan lari, para peserta juga boleh berjalan kaki. Pada kegiatan bertema “Run For Health & Happiness” itu peserta diharapkan menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter atau menandatangani surat pernyataan sehat. Untuk memastikan keamanan peserta, panitia juga akan menyediakan sejumlah ambulans dan tenaga kesehatan. 

Agar lebih meriah, kata Oni, pihaknya juga memberikan penghargaan pada tim dengan rata-rata waktu terbaik yang menekankan kebersamaan, lomba sosial media bertema  destinasi wisata, serta kompetisi kostum paling
kreatif.

Staf Ahli Bidang Transformasi Digital Kementerian Pariwisata Masruroh menyatakan pihaknya kini juga tengah mengembangkan industri wisata bagi senior, termasuk wisata olahraga. "Bagi warga senior ini, potensinya adalah quality tourism, karena mereka punya uang lebih lebih banyak, karena tidak lagi memiliki banyak kebutuhan seperti turis berusia muda. Mereka punya kemampuan belanja lebih banyak dan punya kebutuhan untuk datang, melihat, serta merasa bermakna. Mereka tertarik untuk juga melakukan kegiatan berbagi atau berbelanja pada warga lokal," kata Masruroh.    

Yang harus dipersiapkan pelaku industri wisata, lanjut Masruroh, adalah penyediaan makanan sehat dan layanan kesehatan, bukan hanya dalam konteks wisata medis, namun juga wellness. (X-6)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Iis Zatnika
Berita Lainnya