Kemenhaj Minta Daerah Pangkas Seremonial & Fokus pada Kesehatan Jamaah

 Gana Buana
22/4/2026 13:40
Kemenhaj Minta Daerah Pangkas Seremonial & Fokus pada Kesehatan Jamaah
Kemenhaj minta kurangi seremonial pelepasan Jemaah haji 2026.(Antara)

KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengeluarkan peringatan tegas kepada pemerintah daerah agar tidak berlebihan dalam menggelar seremoni pelepasan jemaah calon haji. Aktivitas yang terlalu panjang dan berulang dinilai berpotensi menguras stamina jemaah sebelum menjalani perjalanan jauh ke Tanah Suci.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menekankan bahwa fokus utama saat ini bukanlah kemeriahan acara, melainkan kondisi fisik jemaah yang harus tetap prima.

“Jangan sampai jemaah kelelahan hanya karena terlalu lama mengikuti seremonial. Mereka butuh waktu istirahat, bukan menunggu berjam-jam,” ujar Dahnil dilansir dari Antara, Rabu (22/4).

Fenomena seremoni pelepasan yang dilakukan berulang, mulai dari tingkat daerah hingga embarkasi, menjadi perhatian serius pemerintah. Menurut Dahnil, pola ini justru berisiko, terutama bagi jemaah haji 2026 dengan kondisi rentan.

Data menunjukkan, sebagian besar jemaah haji Indonesia didominasi oleh kelompok lanjut usia (lansia), termasuk kategori risiko tinggi (risti) dan penyandang disabilitas. Kelompok ini membutuhkan manajemen waktu yang lebih efisien dan kondisi fisik yang stabil sebelum keberangkatan.

“Kalau terlalu banyak acara, jemaah bisa kelelahan sebelum perjalanan dimulai. Ini harus jadi perhatian semua pihak,” tegasnya.

Imbauan ini disampaikan bertepatan dengan keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sebanyak 391 jemaah dari Embarkasi Pondok Gede (JKG 1) resmi diberangkatkan menuju Madinah melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu dini hari pukul 00.45 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

Keberangkatan ini menjadi penanda dimulainya operasional haji tahun ini, sekaligus momentum bagi pemerintah untuk memastikan seluruh proses berjalan lebih efisien dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan jemaah.

Kemenhaj berharap seluruh pihak di daerah dapat menyesuaikan pola pelepasan jemaah, dengan mengurangi seremoni yang tidak esensial demi menjaga kondisi fisik jemaah tetap optimal hingga tiba di Tanah Suci. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya