Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRAKTISI kesehatan masyarakat Ngabila Salama menyebut obat tramadol (golongan obat daftar G) sebagai salah satu penyebab remaja cenderung terlibat dalam tawuran atau perkelahian.
"Tramadol dapat berdampak buruk pada remaja, cenderung ikut tawuran atau perkelahian remaja karena efek agresivitas dan adiksi dari obat tersebut," kata Ngabila, Rabu (4/12).
Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Jakarta Barat itu menjelaskan obat tramadol merupakan obat analgesik yang biasa digunakan untuk mengatasi rasa nyeri sedang hingga berat.
Obat itu memiliki efek samping yang mirip dengan narkoba karena memengaruhi sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan ketergantungan jika digunakan secara tidak benar.
Tramadol bekerja dengan mengubah cara otak merespons rasa sakit, sambil memberikan efek euforia atau rasa nyaman. Efeknya bagi pengguna jangka panjang atau dosis tinggi dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis.
Penggunanya dapat mengalami ketergantungan berupa gejala putus obat (withdrawal) seperti gelisah, nyeri otot, insomnia, atau kejang.
Tramadol juga dapat memengaruhi emosi dan perilaku yang disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan zat kimia di otak yang dapat meningkatkan risiko perubahan mood yang ekstrem termasuk agresivitas.
"Ketika efek obat mulai hilang, pengguna sering merasa gelisah atau frustrasi, yang dapat memicu perilaku agresif. Sehingga dampaknya dapat mengganggu hubungan sosial dan meningkatkan risiko konflik dengan keluarga atau teman," ujar Ngabila.
Efek lainnya mirip dengan narkoba yang tidak hanya menyebabkan ketergantungan dan agresivitas, tapi juga halusinasi dan gangguan kognitif yang menurunkan kemampuan belajar, daya ingat, dan konsentrasi, sehingga memengaruhi prestasi sekolah.
Menurut Ngabila, efeknya bakal lebih berbahaya pada remaja karena usianya masih dalam tahap perkembangan fisik dan emosional. Pada usia tersebut, anak masih mengalami fase eksplorasi dan senang mencoba hal baru tanpa memahami risikonya.
Remaja juga kerap mengalami tekanan sosial karena lingkungan yang tidak sehat dapat mendorong mereka mencoba tramadol untuk mencocokkan diri, serta kurangnya edukasi bahwa tramadol termasuk jenis obat keras yang memerlukan resep dokter.
"Kesadaran dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk melindungi remaja dari risiko ketergantungan tramadol dan dampak buruk
lainnya. Mencegah ketergantungan konsumsi obat tramadol pada remaja memerlukan pendekatan yang holistik," ujar dia.
Ngabila menilai sebagai bentuk pencegahan, baik pemerintah, tenaga medis maupun orangtua dapat memberikan edukasi pada para remaja.
Orangtua dapat menjalin komunikasi terbuka agar dapat lebih nyaman menjelaskan bahwa tramadol memiliki efek serupa dengan narkoba jika disalahgunakan termasuk risiko ketergantungan, kerusakan organ tubuh, dan dampak psikologis.
Berikan dukungan emosional dan lingkungan yang aman agar mereka tidak mencari pelarian melalui obat.
"Perhatikan perubahan perilaku yang mencurigakan, seperti penurunan prestasi sekolah, perubahan teman, atau perilaku menarik diri," katanya.
Hindari akses bebas terhadap obat keras di rumah. Pastikan obat-obatan seperti tramadol hanya digunakan sesuai resep dokter dan diawasi penggunaannya serta simpan obat-obatan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak dan remaja.
Dari sisi pemerintah dan tenaga medis, upaya yang dapat dilakukan adalah menyediakan akses ke layanan konseling di sekolah atau komunitas untuk remaja yang membutuhkan dukungan.
"Ajak tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater, jika remaja menunjukkan tanda-tanda ketergantungan," kata dia.
Konseling dapat dijadikan wadah untuk memberikan promosi kesehatan mental dan kampanye anti-narkoba sekaligus mengatasi perasaan cemas hingga depresi.
Pemerintah dan tenaga medis turut dapat membuat sejumlah kegiatan positif seperti olahraga, seni, atau organisasi komunitas untuk mengurangi risiko penyalahgunaan obat.
"Terapkan pula aturan hukum yang tegas terhadap penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Namun, utamakan rehabilitasi bagi remaja yang sudah telanjur terlibat, daripada hukuman yang menghukum secara keras," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Untuk mengatasi ketersediaan obat, strategi pertama adalah bagaimana menyediakan substitusinya.
Spesialis Paru RSPI Sulianti Saroso ingatkan pasien TB untuk konsisten minum obat guna membunuh kuman dorman dan mencegah resistensi obat yang berbahaya.
Pasien tuberkulosis disarankan segera berkonsultasi dengan dokter jika merasakan gejala ringan agar dapat diberikan penanganan yang tepat.
Sebagai obat pereda nyeri (analgesik), penggunaan tramadol wajib berada di bawah pengawasan tenaga medis.
Pengguna sering kali mengincar efek instan Tramadol berupa tubuh yang terasa lebih segar, peningkatan energi, hingga lonjakan suasana hati (mood) dan rasa percaya diri.
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Roblox resmi membuka Teen Council Asia 2026. Remaja Indonesia usia 14-17 tahun diajak berkontribusi dalam keamanan digital. Simak syarat dan cara daftar.
Gagal ginjal kini banyak menyerang usia muda akibat pola hidup tidak sehat. Kenali gejala, penyebab, dan cara mencegahnya sejak dini agar tidak berujung cuci darah.
Roblox ajak remaja Indonesia usia 14-17 tahun gabung Teen Council Asia. Simak syarat, jadwal pendaftaran, dan misi keamanan digital di sini.
PkM melibatkan guru Bimbingan dan Konseling (BK) SIJB untuk pencegahan dan penanganan segera bagi siswa yang menunjukkan adanya permasalahan.
Guru Besar FKUI Prof. Agus Dwi Susanto menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan untuk mencegah penggunaan vape pada remaja di tengah masifnya promosi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved