Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG klinis lulusan Universitas Indonesia Kasandra Putranto mengingatkan seluruh lapisan masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan mental bagi siklus kehidupan manusia.
"No health without mental health. Kesehatan mental merupakan bagian integral dari kesehatan, yang berdasarkan semboyan terkini diyakini bahwa tidak ada kesehatan tanpa kesehatan mental," kata Kasandra, Selasa (16/4).
Kasandra menuturkan konstitusi Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya telah menyatakan kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera baik secara fisik, mental, dan sosial secara utuh dan bukan sekadar bebas dari suatu penyakit maupun kelemahan.
Baca juga : Studi HCC: Orang Indonesia dengan Emotional Eater 2,5 Kali Berisiko Stres
"Artinya, kesehatan mental lebih dari sekadar gangguan atau kecacatan mental yang diderita seseorang," katanya.
Terkait hal itu, ia menjelaskan kesehatan mental adalah keadaan sejahtera saat seseorang menyadari kemampuannya sendiri, dapat mengatasi tekanan hidup yang normal, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi kepada komunitasnya.
Kondisi kesehatan mental seseorang ditentukan oleh berbagai faktor, antara lain faktor sosial ekonomi seperti pengalaman masa kecil atau kondisi keuangan keluarga, faktor biologis seperti adanya penyakit yang diderita akibat keturunan genetik dan faktor lingkungan.
Baca juga : Stres di Lingkungan Kerja Memengaruhi Kesehatan Mental dan Turunkan Produktivitas
Nantinya, kesehatan mental seseorang akan mempengaruhi kemampuan kolektif dan individu sebagai manusia untuk berpikir, mengeluarkan emosi, berinteraksi satu sama lain, mencari nafkah, dan menikmati hidup.
"Atas dasar itu, promosi, perlindungan, dan pemulihan kesehatan mental dapat dianggap sebagai perhatian penting bagi individu, komunitas, dan masyarakat di seluruh dunia," kata Kasandra.
Dalam kesempatan itu, ia turut menambahkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental saat ini sudah jauh lebih baik.
Hal itu dapat terlihat dari berbagai strategi dan intervensi kesehatan masyarakat dan lintas sektoral yang hemat biaya terus diupayakan semua pihak terkait untuk meningkatkan, melindungi, dan memulihkan kesehatan mental masyarakat.
"Kesehatan mental merupakan komponen integral dan penting dari kesehatan," pungkas Kasandra. (Ant/Z-1)
Psikolog Ratih Ibrahim memperingatkan risiko PTSD pada korban kecelakaan kereta api. Simak gejala, faktor risiko, dan pentingnya penanganan dini di sini.
Penelitian terbaru mengungkap konsep 'affective tactile memory'. Ternyata, tubuh kita merekam sentuhan bermakna sebagai sensasi fisik yang membentuk rasa aman seumur hidup.
Psikolog Ratih Ibrahim menjelaskan pentingnya resiliensi dan dukungan keluarga bagi korban kecelakaan kereta api untuk pulih dari trauma psikologis.
Ia juga mengingatkan bahwa menghindari sepenuhnya stimulus yang berkaitan dengan trauma dalam jangka panjang dapat menghambat proses pemulihan.
Ia menjelaskan, gejala yang muncul bisa beragam, seperti perasaan cemas berlebihan, jantung berdebar saat berada di keramaian.
Masalah emosi dan perilaku pada anak usia dini kerap kali dipersepsikan sebagai fase perkembangan yang wajar.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog klinis Teresa Indira Andani menjelaskan perbedaan mendasar antara emosi dan stres serta cara tepat mendampingi orang yang sedang tertekan.
Psikolog Kasandra Putranto ingatkan bahaya normalisasi pelecehan seksual verbal seperti catcalling dan candaan seks yang berdampak buruk bagi korban.
Psikolog klinis ungkap alasan remaja dan Generasi Alpha sangat terikat dengan media sosial. Ternyata terkait pencarian identitas dan hormon dopamin.
MENGHADAPI dinamika era digital di tahun 2026, kecemasan orang tua terhadap dampak negatif internet sering kali berujung pada kebijakan larangan total media sosial bagi remaja.
Psikolog Rose Mini ingatkan orang tua untuk jadi contoh kurangi gawai. Tanpa keteladanan, aturan pembatasan akses digital anak tidak akan efektif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved