Ini Beda Emosi dan Stres Menurut Psikolog

Basuki Eka Purnama
17/4/2026 14:57
Ini Beda Emosi dan Stres Menurut Psikolog
Ilustrasi(Freepik)

SERING kali masyarakat mencampuradukkan antara perasaan sedih biasa dengan kondisi stres. Padahal, meski saling berkaitan, keduanya memiliki karakteristik yang sangat berbeda.

Psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia, Teresa Indira Andani, M.Psi., Psikolog, memberikan penjelasan mendalam mengenai batasan antara emosi dan stres agar masyarakat dapat lebih memahami kondisi kesehatan mental mereka.

Memahami Perbedaan Emosi dan Stres

Menurut Teresa, emosi adalah ekspresi perasaan yang bersifat spesifik sebagai respons terhadap suatu kejadian. Contohnya adalah rasa sedih, marah, atau senang. Sebagai ilustrasi, seseorang yang mengalami putus cinta secara wajar akan merasakan emosi sedih sebagai bentuk respons terhadap kehilangan.

Di sisi lain, stres adalah kondisi yang lebih kompleks. Stres muncul ketika seseorang merasa terbebani dan kewalahan menghadapi situasi di hadapannya. Kondisi ini terjadi saat tekanan yang dirasakan jauh lebih besar dibandingkan kemampuan atau sumber daya yang dimiliki untuk mengatasinya.

Berikut adalah tabel perbandingan untuk memudahkan pemahaman mengenai perbedaan antara emosi (khususnya rasa bosan/sedih biasa) dengan kondisi stres:

Aspek Emosi / Rasa Bosan Stres
Definisi Ekspresi perasaan spesifik (sedih, marah, senang). Kondisi merasa terbebani dan kewalahan secara sistemik.
Durasi Cenderung singkat dan bisa hilang dengan distraksi. Cenderung menetap dan tidak mudah hilang hanya dengan hiburan.
Solusi Cepat Bisa reda dengan istirahat atau hal menyenangkan. Membutuhkan penanganan lebih dalam karena berkaitan dengan kapasitas diri.
Dampak Respons wajar terhadap situasi tertentu. Membuat seseorang merasa tidak sanggup menjalani hari.

Sifat Subjektif Stres

Teresa menekankan bahwa stres bersifat sangat subjektif. Satu situasi yang sama bisa berdampak berbeda pada setiap individu. "Satu situasi mungkin terasa biasa saja bagi satu orang, namun sangat menekan dan berdampak bagi orang lain," ujarnya.

Kondisi emosi seperti sedih bisa berkembang menjadi stres apabila rasa kehilangan tersebut sudah membuat seseorang tidak mampu lagi memikirkan masa depan atau merasa tidak memiliki dukungan yang cukup. "Sederhananya, sedih adalah perasaannya, sedangkan stres adalah kondisi ketika seseorang merasa terbebani dan kewalahan," tambah Teresa.

Cara Mendampingi Orang yang Sedang Stres

Dalam memberikan dukungan kepada orang terdekat yang sedang mengalami stres, Teresa menyarankan untuk mengutamakan rasa aman dan pemahaman, bukan langsung menyodorkan solusi. Seringkali, kesalahan umum yang dilakukan adalah memberikan kalimat penenang yang justru terkesan meremehkan masalah.

Tips Mendampingi Seseorang yang Stres:
  • Hadir dan Mendengarkan: Berikan perhatian penuh tanpa menghakimi.
  • Validasi Perasaan: Gunakan kalimat seperti "Kelihatannya lagi banyak ya yang dipikirin" atau "Aku di sini kalau kamu mau cerita".
  • Hindari Kalimat Meremehkan: Jangan gunakan kata-kata seperti "Jangan dipikirkan" atau "Santai saja", karena hal itu sangat sulit dilakukan bagi mereka yang sedang tertekan.

Dengan memberikan ruang bagi mereka untuk merasa didengar, beban stres yang dirasakan seringkali menjadi lebih ringan karena mereka merasa tidak sendirian dalam menghadapi tekanan tersebut. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya