Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK hal yang diuntungkan masyarakat dalam era digital saat ini. Namun di balik berbagai kebaikannya, tersembunyi tantangan kesehatan bagi anak-anak. Hal itu menjadi kekhawatiran bagi sejumlah orangtua akan gaya hidup anaknya. Dalam upaya mengatasi permasalahan ini, American Academy of Pediatrics (AAP) telah merumuskan panduan yang sangat rinci, yang menyarankan agar anak-anak terlibat dalam aktivitas fisik minimal 60 menit setiap harinya.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rini Sekartini mengatakan aktivitas fisik bukanlah hanya sekadar kegiatan yang menyenangkan, tetapi merupakan kebutuhan esensial dalam memastikan kesejahteraan holistik anak-anak. "Dengan berpartisipasi dalam aktivitas fisik, anak-anak membangun fondasi untuk memahami dan menghargai tubuh mereka. Ini bukan hanya tentang kebugaran fisik, tetapi juga tentang membangun koneksi emosional dengan diri mereka sendiri, serta memperkaya kemampuan sosial mereka melalui interaksi dengan teman sebaya," papar Rini.
Meski begitu, Rini memperingatkan akan keselamatan. "Dunia ini penuh dengan tantangan dan risiko. Dalam konteks aktivitas fisik, ini berarti kita harus proaktif dalam memastikan anak-anak kita berada dalam lingkungan yang aman, dengan peralatan yang sesuai dan pengawasan yang memadai," ujarnya.
Baca juga: Teknologi Digital Dapat Ciptakan Transformasi Ekosistem Kesusastraan
Menggali lebih dalam tentang perkembangan anak-anak, khususnya di usia 1-4 tahun, Rini menjelaskan betapa pentingnya setiap gerakan dalam perkembangan motorik. "Setiap langkah, setiap jatuh bangun di usia ini adalah proses belajar yang berharga. Melalui berbagai aktivitas fisik, mereka tidak hanya membangun kekuatan otot, tetapi juga mengembangkan koordinasi, keseimbangan, dan persepsi mereka terhadap dunia," ungkap Rini.
Saat remaja, kata Rini, dinamikanya menjadi jauh lebih kompleks. Aktivitas fisik bukan hanya sebagai sarana untuk menjaga kebugaran fisik, tetapi alat penting dalam mengelola tekanan emosional, menghadapi perubahan hormon, dan menavigasi tantangan sosial. "Aktivitas fisik dapat menjadi benteng pertahanan mereka, memberikan pelarian yang sehat dari tekanan sehari-hari, serta membangun mentalitas yang tangguh dan rasa percaya diri yang diperlukan untuk menghadapi dunia," jelas Rini.
Baca juga: Pentingnya Aktivitas Fisik Sesuai Usia untuk Tumbuh Kembang Anak
Dengan demikian, AAP dengan tegas menggarisbawahi aktivitas fisik bukanlah sekadar kegiatan tambahan, tetapi merupakan elemen kunci dalam kesejahteraan, perkembangan, dan pertumbuhan anak-anak di era digital. Oleh karena itu, dalam upaya mempersiapkan generasi mendatang yang seimbang dan berkualitas, penting bagi kita semua—baik sebagai orangtua, pendidik, maupun masyarakat luas—untuk berkolaborasi dan memastikan bahwa aktivitas fisik tetap menjadi prioritas utama dalam kehidupan anak-anak kita. (Z-3)
Penelitian terbaru terhadap 100.000 orang membuktikan bahwa variasi jenis olahraga lebih efektif memperpanjang usia dibandingkan sekadar menambah durasi latihan.
Tinggi badan anak dipengaruhi banyak faktor selain genetik, seperti gizi, tidur cukup, dan olahraga. Pelajari cara mendukung pertumbuhannya dengan tepat!
Jalan kaki, berkebun, hingga pekerjaan rumah tangga dapat membantu menurunkan risiko demensia. Aktivitas fisik ringan pun bermanfaat bagi otak.
Persiapkan fisik prima untuk Haji 2026. Simak panduan latihan jalan kaki, manajemen kesehatan, dan tips kebugaran agar ibadah haji lancar dan mabrur.
Lansia yang aktif secara fisik cenderung memiliki kondisi tubuh yang lebih bugar dibandingkan mereka yang kurang bergerak.
Aktivitas fisik tetap menjadi komponen penting dalam menjaga kebugaran. Namun, pilihan jenis olahraga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi fisik masing-masing individu.
Fitur Nightography Samsung geser kamera profesional di kalangan atlet dunia. Simak rahasia foto malam hari yang tajam dan autentik di sini.
Tanda penuaan kini muncul sejak usia 20-an. Dokter ungkap penyebab utamanya dan cara mencegah kerutan dini akibat gaya hidup modern.
Eva Longoria ceritakan adaptasinya tinggal di Spanyol. Mulai dari meninggalkan budaya 'working lunch' yang stres hingga kerinduan pada makanan Meksiko.
Biaya hidup selangit dan tekanan mental membuat banyak orangtua milenial memilih memiliki satu anak.
Mulai dari kaset dianggap fosil hingga disket dikira ikon "Save" versi 3D, inilah kumpulan cerita kocak orangtua saat anak-anak mereka menemukan teknologi era 80-90an.
Gaya hidup warga Bekasi bergeser, olahraga kini jadi bagian lifestyle seiring hadirnya fasilitas sport dan wellness terintegrasi di pusat perbelanjaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved