Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KURANGNYA aktivitas fisik menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko demensia. Sejumlah penelitian menunjukkan, gaya hidup sedentari berkontribusi pada penurunan fungsi kognitif, termasuk daya ingat dan kemampuan berpikir.
Berdasarkan laporan Alzheimer’s Society, orang yang rutin berolahraga memiliki kemungkinan hingga 20% lebih rendah mengalami demensia dibandingkan mereka yang jarang bergerak. Temuan ini berasal dari analisis gabungan puluhan studi yang meneliti kaitan antara aktivitas fisik dan kesehatan otak.
Aktivitas fisik, terutama olahraga aerobik seperti jalan cepat, bersepeda, dan berenang, terbukti memberi manfaat signifikan bagi kesehatan otak. Jenis olahraga ini umumnya dilakukan selama 20 hingga 30 menit per sesi dan dianjurkan beberapa kali dalam seminggu.
Sejumlah penelitian menunjukkan, olahraga yang dilakukan secara konsisten, terutama sejak usia paruh baya, dapat membantu menjaga kemampuan berpikir dan memori. Kebiasaan ini juga dikaitkan dengan penurunan risiko demensia pada usia lanjut.
Bahkan, perubahan kecil dari gaya hidup pasif menjadi lebih aktif sudah bisa memberi dampak berarti bagi kesehatan otak.
Aktivitas fisik tidak selalu identik dengan olahraga intensitas tinggi. Kegiatan sehari-hari seperti berjalan kaki, membersihkan rumah, berkebun, hingga memasak juga termasuk aktivitas fisik yang bermanfaat.
Sebuah studi bahkan menemukan bahwa aktivitas rutin seperti memasak dan mencuci piring dapat membantu menurunkan risiko penyakit Alzheimer. Temuan ini menegaskan bahwa tubuh yang tetap aktif dalam keseharian berperan penting dalam menjaga kesehatan otak.
Secara umum, ada dua jenis utama aktivitas fisik, yaitu aktivitas aerobik dan latihan kekuatan. Keduanya memiliki manfaat berbeda dalam menjaga kebugaran dan fungsi tubuh.
Aktivitas aerobik membantu meningkatkan kesehatan jantung dan melancarkan sirkulasi darah. Sementara itu, latihan kekuatan berperan dalam menjaga massa otot dan kekuatan tubuh. Mengombinasikan keduanya dinilai lebih efektif untuk membantu menekan risiko demensia.
Penelitian juga menunjukkan bahwa lansia yang sangat jarang bergerak memiliki risiko lebih tinggi mengalami demensia. Dalam salah satu studi, kelompok lansia dengan tingkat aktivitas terendah tercatat memiliki kemungkinan lebih dari dua kali lipat terkena Alzheimer dibandingkan mereka yang paling aktif. (Alzheimer’s Society/Z-10)
Peneliti temukan rasio neutrofil dalam darah berkaitan dengan risiko Alzheimer. Simak bagaimana tes darah biasa bisa jadi deteksi dini demensia sebelum gejala muncul.
5 kebiasaan sehari-hari seperti kurang tidur hingga pola makan buruk diam-diam merusak otak dan meningkatkan risiko demensia, menurut studi ilmiah terbaru.
Studi menemukan bahwa individu yang sering merasa kesepian atau terisolasi saat anak-anak menghadapi risiko demensia hingga 31 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa individu yang pada akhirnya terdiagnosis demensia tercatat memiliki kadar troponin
Demensia, penyakit yang berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif, menjadi salah satu perhatian utama di dunia kesehatan, terutama bagi lansia.
Demensia menyerang jutaan orang di seluruh dunia, menyebabkan penurunan fungsi kognitif yang mengganggu aktivitas sehari-hari
Fungsi kognitif, yaitu kemampuan otak untuk berpikir, belajar, dan mengingat, dapat menurun seiring bertambahnya usia, terutama jika dipengaruhi oleh gaya hidup tidak sehat.
Sebuah studi terbaru menunjukkan penumpukan protein struktural F-actin di otak lalat buah dapat berkontribusi pada penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.
Lansia yang sudah mengalami penurunan fungsi kognitif yang bisa mendadak jadi kekanakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved