Tak Harus Olahraga Berat, Jalan Kaki & Berkebun Bisa Bantu Turunkan Risiko Demensia

Abi Rama
14/4/2026 21:08
Tak Harus Olahraga Berat, Jalan Kaki & Berkebun Bisa Bantu Turunkan Risiko Demensia
Jalan kaki, berkebun, hingga pekerjaan rumah tangga dapat membantu menurunkan risiko demensia.(Dok. Freepik)

KURANGNYA aktivitas fisik menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko demensia. Sejumlah penelitian menunjukkan, gaya hidup sedentari berkontribusi pada penurunan fungsi kognitif, termasuk daya ingat dan kemampuan berpikir.

Berdasarkan laporan Alzheimer’s Society, orang yang rutin berolahraga memiliki kemungkinan hingga 20% lebih rendah mengalami demensia dibandingkan mereka yang jarang bergerak. Temuan ini berasal dari analisis gabungan puluhan studi yang meneliti kaitan antara aktivitas fisik dan kesehatan otak.

Aktivitas Fisik Bantu Jaga Fungsi Kognitif

Aktivitas fisik, terutama olahraga aerobik seperti jalan cepat, bersepeda, dan berenang, terbukti memberi manfaat signifikan bagi kesehatan otak. Jenis olahraga ini umumnya dilakukan selama 20 hingga 30 menit per sesi dan dianjurkan beberapa kali dalam seminggu.

Sejumlah penelitian menunjukkan, olahraga yang dilakukan secara konsisten, terutama sejak usia paruh baya, dapat membantu menjaga kemampuan berpikir dan memori. Kebiasaan ini juga dikaitkan dengan penurunan risiko demensia pada usia lanjut.

Bahkan, perubahan kecil dari gaya hidup pasif menjadi lebih aktif sudah bisa memberi dampak berarti bagi kesehatan otak.

Tak Perlu Olahraga Berat

Aktivitas fisik tidak selalu identik dengan olahraga intensitas tinggi. Kegiatan sehari-hari seperti berjalan kaki, membersihkan rumah, berkebun, hingga memasak juga termasuk aktivitas fisik yang bermanfaat.

Sebuah studi bahkan menemukan bahwa aktivitas rutin seperti memasak dan mencuci piring dapat membantu menurunkan risiko penyakit Alzheimer. Temuan ini menegaskan bahwa tubuh yang tetap aktif dalam keseharian berperan penting dalam menjaga kesehatan otak.

Jenis Aktivitas yang Disarankan

Secara umum, ada dua jenis utama aktivitas fisik, yaitu aktivitas aerobik dan latihan kekuatan. Keduanya memiliki manfaat berbeda dalam menjaga kebugaran dan fungsi tubuh.

Aktivitas aerobik membantu meningkatkan kesehatan jantung dan melancarkan sirkulasi darah. Sementara itu, latihan kekuatan berperan dalam menjaga massa otot dan kekuatan tubuh. Mengombinasikan keduanya dinilai lebih efektif untuk membantu menekan risiko demensia.

Penelitian juga menunjukkan bahwa lansia yang sangat jarang bergerak memiliki risiko lebih tinggi mengalami demensia. Dalam salah satu studi, kelompok lansia dengan tingkat aktivitas terendah tercatat memiliki kemungkinan lebih dari dua kali lipat terkena Alzheimer dibandingkan mereka yang paling aktif. (Alzheimer’s Society/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya