Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA UKK tumbuh kembang pediatri sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof Ahmad Suryawan mengatakan untuk membatasi kecanduan waktu layar anak bisa dimulai dengan meregulasi waktu layar orangtua.
"Mengurangi screen time orangtua dapat berpengaruh pada screen time anak. Jika kita melarang anak screen time tapi kita tetap screen time itu sebuah gagal total. Jadi, kita harus mengendalikan screen time orangtua," ucapnya, dikutip Sabtu (9/9).
Dokter yang akrab disapa Wawan itu mengatakan screen time orangtua tanpa sadar adalah faktor prediktor kuat terhadap perilaku screen time anak. Orangtua bisa mulai meregulasi waktu layarnya sendiri dengan mengurangi penggunaan gawai di depan anak.
Baca juga: Orangtua Diminta Kenali Gejala Diabetes pada Anak
Selain itu, dokter yang menamatkan spesialis anak di Faktultas Kedokteran Universitas Airlangga itu menyarankan untuk mulai menghindari penggunaan gawai sebelum tidur dan saat waktu makan.
Untuk solusinya, Wawan mengatakan untuk mencari alternatif permainan lain saat akan mengurangi waktu layar anak.
"Kenalkan media bermain yang lain di luar screen time, kalau sudah rutin main yang lain baru regulasi screen time-nya, karena kalau nggak ada kegiatan lain anak akan berontak, beri apresiasi saat anak berinteraksi dengan orang lain," ujar Wawan.
Baca juga: Deteksi Dini Bisa Cegah Komplikasi Berat Diabetes pada Anak
Wawan menjelaskan, waktu layar yang berlebihan pada anak dapat mempengaruhi kemampuan kognitif, gangguan bicara bahasa, dan gangguan perilaku sosial serta emosi karena kurangnya interaksi. Selain itu, fungsi keluarga di dalam rumah juga akan menurun.
Screen time yang berlebihan juga akan mengganggu perkembangan anak di usia selanjutnya. Misalnya jika anak usia 2 tahun memiliki waktu layar berlebihan makan gangguan perkembangannya akan terjadi di usia 3 tahun.
Membatasi waktu layar, tambah Wawan, juga tidak serta merta memperbaiki gangguan perkembangannya dengan cepat, namun butuh waktu untuk bisa membaik 1-2 tahun ke depan.
Dampak lain dari waktu layar yang berlebih adalah anak akan mengalami obesitas atau peningkatan indeks masa tubuh di usia selanjutnya.
Faktor paparan gawai saat jam makan juga menyumbang penambahan indeks masa tubuh anak secara signifikan yang berakibat obesitas.
"Screen time anak usia prasekolah berhubungan dengan peningkatan BMI (Body Mass Indeks) atau indeks masa tubuh, dan peningkatan berat badan di usia selanjutnya. Kalau durasi dikurangi tidak lebih 2 jam sehari masih ada peningkatan BMI/jam/minggu," ucapnya.
Penting juga untuk mengurangi waktu layar pada anak menjelang jam tidur karena dapat menekan hormon melatonin endogen yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Kurangnya produksi hormon ini dipengaruhi akibat paparan sinar biru pada layar, baik melalui televisi maupun smartphone.
Berdasarkan rekomendasi dari American Academy of Pediatrics (AAP) tahun 2016, Wawan mengatakan secara umum orangtua harus teredukasi agar lebih memahami penggunaan gawai sebagai media, dan memahami perkembangan otak anak sangat mementingkan interaksi langsung.
Untuk anak usia di bawah 18 bulan disarankan tidak terpapar gawai sama sekali selain video chat interaktif dan responsif, dan hindari membiarkan anak melakukan aktifitas screen time tanpa pendampingan.
Di atas usia 24 bulan, menurut AAP, baiknya waktu layar hanya dibatasi maksimal 1 jam sehari dan mempunyai aktivitas lain sehingga tidak bergantung pada gawai. (Ant/Z-1)
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Psikolog Sani Budiantini menekankan pentingnya kesiapan mental orangtua dalam menghadapi reaksi anak saat implementasi PP Tunas dan pembatasan gawai.
Roblox memperkenalkan Roblox Kids dan Roblox Select di Indonesia untuk melindungi pengguna di bawah 16 tahun dengan kontrol orang tua yang lebih ketat.
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Pengumuman SNBP 2026 memicu refleksi mendalam bagi orang tua. Fokus kini bergeser dari sekadar nama besar kampus ke relevansi kurikulum dan kesiapan kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved