Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANAK perlu terlebih dulu taat aturan makan terjadwal kemudian barulah orangtua menerapkan waktu makan tidak lebih dari 30 menit. Hal itu diungkapkan pakar kesehatan anak nutrisi dan penyakit metabolik Novitria Dwinanda.
Hal itu agar menghindari anak nantinya menjadi sulit makan, stunting, atau gagal tumbuh akibat malnutrisi kronik, dan obesitas.
"Urutan itu bukan 30 menit dulu, makan pakai jadwal. Makan di jam-jam yang selalu tertib di jam itu. Akhirnya anak akan terjadwal laparnya di jam-jam itu," ujar Novitria, Selasa (8/8).
Baca juga: Perbaikan Nutrisi Sebelum Hamil Turunkan Risiko Anak Alami Sindrom Down
Novitria mengatakan waktu makan diberi maksimal 30 menit mengingat umumnya anak tidak akan lagi menikmati bersantap setelah melewati waktu itu.
"Begitu lebih dari 30 menit, dia sudah mengantuk, bosan. Lalu ibunya ingin anak menghabiskan makanannya, akhirnya anaknya jadi sebel lihat sendok misalnya," kata dia.
Kemudian, anak selama makan tidak sambil menonton televisi dan di antara makan sebaiknya diberikan air putih.
Baca juga: Ini Pentingnya Asupan Nutrisi pada 1.000 HPK Anak
"Jadwalnya tiga kali makan, di antaranya ada snack. Jadi snack bisa dua sampai tiga kali habis itu makannya tiga kali. Di mana letak susu? Bisa disamakan dengan snack, tergantung usianya," jelas dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah - Puri Indah itu.
Orangtua juga perlu menciptakan lingkungan yang menyenangkan selama anak makan, termasuk menerapkan aturan makan sambil duduk dan tidak menjadikan makanan sebagai hadiah.
Selain itu, sebaiknya berikan porsi kecil, beri makanan berbentuk padat terlebih dahulu baru cairan. Selama makan sebaiknya anak tidak sambil berada di pangkuan seseorang namun berhadap-hadapan dengan sosok yang memberinya makan.
Kemudian, apabila anak tidak mau makan, cobalah mendiamkan dulu sebentar kemudian coba lagi. Bila dia masih menolak, akhiri waktu makan karena tidak ada keharusan makanan harus habis.
"Enggak apa-apa berantakan. Jangan sibuk ngelap," kata Novitria yang menyarankan orangtua membersihkan mulut atau wajah anak setelah anak selesai makan. (Ant/Z-1)
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Psikolog Sani Budiantini menekankan pentingnya kesiapan mental orangtua dalam menghadapi reaksi anak saat implementasi PP Tunas dan pembatasan gawai.
Roblox memperkenalkan Roblox Kids dan Roblox Select di Indonesia untuk melindungi pengguna di bawah 16 tahun dengan kontrol orang tua yang lebih ketat.
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Pengumuman SNBP 2026 memicu refleksi mendalam bagi orang tua. Fokus kini bergeser dari sekadar nama besar kampus ke relevansi kurikulum dan kesiapan kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved