Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof Hartono Gunardi mengatakan ada beberapa vaksin yang perlu diberikan kepada anak demi menurunkan risiko penyakit dan memperkuat daya tahan tubuh anak.
"Dari mulai lahir, vaksin sudah bisa diberikan," kata Hartono, dikutip Senin (15/5).
Pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes), telah membuat program khusus vaksin bagi anak dari usia 0 hingga kelas 6 SD.
Baca juga: Orangtua Diingatkan Mengenai Pentingnya Imuniasi Booster untuk Anak Usia di Atas Satu Tahun
Orangtua harus memperhatikan vaksin apa saja yang wajib diberikan kepada anak serta jadwal pemberiannya supaya anak mendapatkan vaksin lengkap dan menurunkan risiko penyakit pada anak
Merujuk ketentuan dari Kemenkes, jadwal imunisasi rutin pada anak dimulai sejak usia 0. Pada 24 jam pertama, bayi yang baru lahir dapat diberikan vaksin hepatitis B.
Saat bayi menginjak 1 bulan, mereka dapat diberikan vaksin BCG untuk mencegah TBC dan vaksin OPV untuk mencegah polio.
Baca juga: Ini Alasan Mengapa Ibu Hamil Perlu Vaksin Influenza
Untuk bayi berusia 2-4 bulan, vaksin yang dapat diberikan adalah DPT 1 untuk mencegah difteri, pertusis, dan tetanus; vaksin OPV 2, PCV 1 untuk mencegah pneumonia; serta vaksin IPV untuk mencegah polio.
Saat bayi menginjak 9 bulan, berikan vaksin MR untuk mencegah campak dan rubella, bayi usia 10 bulan dengan vaksin JE untuk mencegah virus penyakit radang otak, bayi 12 bulan dengan PCV 3, dan bayi usia 18 bulan dengan DPT dan MR 2.
Hartono menjelaskan pemberian beberapa vaksin yang sama bagi anak sekolah dilakukan untuk memperkuat daya tahan tubuh mereka terhadap penyakit tertentu.
Seiring bertambahnya usia, daya tahan tubuh akan semakin berkurang dan diperlukan vaksin lanjutan sebagai booster (penguat) pada tubuh.
Bagi anak usia kelas 1 SD, vaksin yang diberikan adalah DT dan MR, kelas 2 SD dengan vaksin Td untuk mencegah tetanus, kelas 5 SD dengan vaksin Td dan HPV 1 untuk mencegah kanker serviks, dan kelas 6 SD dengan vaksin HPV 2 sebagai booster.
Selain melakukan vaksin wajib pada anak, orangtua juga dapat memberikan vaksin tambahan sebagai pilihan untuk mencegah risiko penyakit tertentu, contohnya vaksin influenza.
Vaksin pilihan tersebut dapat dilakukan secara mandiri di rumah sakit atau klinik terdekat yang menyediakan vaksin tersebut.
Jika orangtua melewatkan salah satu atau beberapa jenis vaksin pada anak, vaksin yang belum diberikan tetap dapat digunakan pada anak.
Orangtua pun tidak perlu mengulang kembali pemberian vaksin sejak awal sehingga vaksin yang diberikan cukup yang belum dilengkapi saja.
"Kalau lupa, daya tahan tubuh anak akan menurun. Saat dia menurun di bawah ambang proteksi, anak rentan terinfeksi. Sebelum hal itu terjadi, berikan vaksin pada anak segera," ungkap Hartono.
Data Kemenkes tahun 2019-2021 menunjukkan masih ada 1,7 juta anak yang belum mendapatkan vaksin lengkap di Indonesia.
Hartono mengimbau agar para orangtua dapat memeriksa jadwal vaksin rutin yang telah diberikan oleh Posyandu atau dokter agar anak terbebas dari risiko penyakit serta memperkuat daya tahan tubuh mereka. (Ant/Z-1)
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Psikolog Sani Budiantini menekankan pentingnya kesiapan mental orangtua dalam menghadapi reaksi anak saat implementasi PP Tunas dan pembatasan gawai.
Roblox memperkenalkan Roblox Kids dan Roblox Select di Indonesia untuk melindungi pengguna di bawah 16 tahun dengan kontrol orang tua yang lebih ketat.
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Pengumuman SNBP 2026 memicu refleksi mendalam bagi orang tua. Fokus kini bergeser dari sekadar nama besar kampus ke relevansi kurikulum dan kesiapan kerja.
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved