Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi medik Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Faizal Drissa Hasibun menyarankan penyintas kanker melakukan kontrol ke dokter setiap tahun demi mendeteksi kekambuhan awal.
"Idealnya, pasien kanker setiap tahun, walaupun sudah lebih dari lima tahun bersih, mesti memeriksakan diri untuk deteksi dini," ujar Faizal, dikutip Rabu (15/3).
Faizal mengatakan, apapun jenis kanker yang pernah diderita, suatu saat pasti akan kambuh sehingga para penyintas harus menyadari adanya kekambuhan dan melakukan pemeriksaan diri ke dokter.
Baca juga: Deteksi Dini Sangat Bantu Atasi Penyakit Stroke dan Kanker
"Memang dua minggu sebelumnya tidak ada apa-apa nih. Tetapi seminggu terakhir ada migrain, nyeri-nyeri misalnya di telinga, belakang hidung rasanya ada suatu yang enggak biasa. Itu cepatlah ke rumah sakit untuk diperiksakan kembali. Jadi, namanya evaluasi ulang," kata dia.
Langkah ini, bahkan berlaku bagi penyintas kanker misalnya nasofaring yang sudah melewati masa 10 tahun sejak dinyatakan memiliki kanker.
Menurut dia, penyintas kanker yang sudah melewati periode lima tahun sejak diagnosa termasuk populasi istimewa atau sintasannya cukup baik.
Baca juga: Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker
Lebih lanjut, Faizal menuturkan, kekambuhan awal yang dapat cepat terdeteksi memungkinkan pengobatan bisa dilakukan lebih cepat dan kesembuhan pasien lebih tinggi.
Pada setahun pertama setelah dinyatakan tidak ada kanker, seorang penyintas perlu melakukan kontrol setiap tiga bulan, kemudian menjadi setiap enam bulan pada tahun kedua dan ketiga.
"Setelah tahun ketiga mungkin tiap tahun. Jadi, masa-masa yang sudah makin jarang kontrol itu lupa memeriksakan dirinya lagi. Itu sering jadi kendala," tutur Faizal, yang juga Dosen Kedokteran di Universitas Yarsi dan lulusan Universitas Sumatra Utara itu.
Kanker menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia dan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan penyakit ini menyebabkan hampir 10 juta kematian pada 2020.
Di antara jenis kanker yang paling umum pada 2020, dalam hal kasus kanker baru, kanker payudara menempati urutan pertama dengan total 2,26 juta kasus, diikuti paru-paru (2,21 juta kasus), kolon dan rektum (1,93 juta kasus), prostat (1,41 juta kasus), kulit (non-melanoma) (1,20 juta kasus) serta lambung (1,09 juta kasus). (Ant/Z-1)
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Bertambahnya suhu bumi membuat kuman maupun virus bisa bertumbuh dengan lebih subur sehigga cukup berbahaya pada anak yang belum terproteksi dengan imunisasi rutin.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr Andi Kurniawan Sp.KO ingatkan jemaah haji waspadai risiko diabetes, hipertensi, hingga jantung akibat cuaca ekstrem.
Berdasarkan data Kemenkes, grafik kasus campak sempat melonjak tajam pada pekan pertama Januari 2026 dengan total 2.220 kasus.
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
KONSUMSI alkohol secara berlebihan dalam jangka panjang diketahui meningkatkan risiko berbagai jenis kanker.
KANKER merupakan penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia.
Kepastian diagnosis adalah kunci keberhasilan terapi kanker. Mayapada Hospital hadirkan PET-CT dan SPECT-CT untuk hasil diagnosis yang akurat dan presisi.
Lonjakan kanker HPV pada pria mencapai 46% menurut CDC 2026. Kanker tenggorokan jadi ancaman utama, vaksin terbukti turunkan risiko hingga 50%.
Konser amal Greatest Love of All sukses digelar di TIM, mengumpulkan dana Rp60 juta untuk perluasan Rumah Singgah Lions bagi anak pejuang kanker.
Tiga bahan alami yang mudah ditemukan di Indonesia, yakni kunyit, daun sirsak, dan bekatul beras hitam, berhasil dikombinasikan oleh peneliti BRIN menjadi formula kandidat antikanker.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved