Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU besar UGM, Prof. Dr. Ir. Retno Indrati, M.Sc menyatakan, beberapa cara mengurangi risiko non-communicable diseases (NCD) atau penyakit tidak menular adalah pengendalian penyakit hipertensi, mengatur pola makan, dan menghindari obesitas. NCD saat ini cenderung terus meningkat, terutama penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan stroke), kanker, diabetes, dan penyakit pernapasan kronis.
Data WHO 2022 menyebut jumlah kematian karena NCD secara global terus meningkat yang mengakibatkan hampir 3/4 kematian di dunia (sekitar 17 juta orang di bawah 70 tahun meninggal per tahun). Beberapa hasil olahan pangan yang mengandung protein tinggi, seperti kacang-kacangan, sudah terbukti dapat membantu kesehatan tubuh. Makanan
hasil fermentasi seperti natto, tempe, dan lainnya, mempunyai aktivitas antihipertensi.
Menurut Indrati, makanan hasil fermentasi ini banyak mengandung peptida bioaktif yang merupakan hasil hidrolisis enzimatis protein bahan selama fermentasi berlangsung. Selain mempunyai manfaat sebagai ntihipertensi, makanan hasil fermentasi telah dipelajari mempunyai aktivitas antidiabetik, hypocholesterolemic, dan aktivitas antiinflamasi.
"Selain efek yang menyehatkan, makanan hasil fermentasi merupakan produk makanan bergizi, sehat, lezat, dan mudah dicerna," kata dia saat pidato Guru Besar Bidang Ilmu Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian UGM, di Yogyakarta, Selasa (10/1).
Dalam pidato pengukuhan berjudul Teknologi Produksi dan Sifat Fungsional Peptida Bioaktif Bahan Pangan ia menyampaikan agar mempunyai efek menyehatkan, bahan olahan pangan tersebut harus dipilih dari bahan baku dengan kadar protein tinggi dan mikrobia proteolitik.
Bahan baku ini sangat banyak pilihannya, baik dari sumber nabati, seperti kacang-kacangan dan lain-lain, atau hewani seperti susu, ikan, dan lain-lain. Khusus untuk kacang-kacangan, komponen penyusunnya cukup lengkap, seperti lemak, protein dan asam amino esensial, karbohidrat kompleks, vitamin, mineral, dan serat pangan.
Bahan pangan kaya protein seperti kacang-kacangan memiliki berbagai aktivitas biologis yang baik untuk kesehatan tubuh seperti antihipertensi, antidiabetes, anti kanker, antioksidan, dan sifat fungsional lainnya. Meskipun jumlah komponen aktif dalam makanan yang dikonsumsi melimpah, namun belum tentu mampu mencegah penyakit karena sangat bergantung pada jumlah yang available agar berfungsi di dalam organ atau jaringan target. (AT/H-3)
Baznas RI terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan profesionalisme para pengelola zakat di Indonesia.
Pemprov DKI Jakarta didorong segera mewujudkan percepatan fasilitas pengelolaan sampah.
PEMERINTAH akan mendorong transformasi industri manufaktur dari bernilai tambah rendah menjadi bernilai tambah tinggi.
Water treatment dengan metode pemisahan partikel secara elektrik dan fast vertical filtration membuat proses pengolahan air lebih ramah lingkungan.
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel, perusahaan pertambangan dan pemrosesan nikel terintegrasi berkelanjutan menggelar turnamen “Obi Fishing Tournament 2024”
Sagu, tanaman khas Papua yang kaya akan karbohidrat, kembali menemukan tempatnya di hati masyarakat Papua melalui proyek Lumbung Sagu yang menggabungkan tradisi dengan inovasi baru.
Katarak bukan lagi penyakit lansia. Kenali katarak juvenil yang mengincar usia produktif akibat diabetes, trauma, hingga miopia tinggi. Cek gejalanya di sini!
Masyarakat disarankan melakukan deteksi dini, yaitu skrining untuk mengidentifikasi risiko diabetes sejak awal.
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Gula aren sering dianggap lebih sehat, tapi benarkah aman untuk diabetes? Simak kandungan, indeks glikemik, batas konsumsi harian, serta risiko kesehatan jika berlebihan.
Simak 5 cara efektif menjaga kadar gula darah tetap stabil, mulai dari pola makan hingga kelola stres, guna mencegah komplikasi diabetes sejak dini.
Sering kesemutan atau mati rasa? Jangan anggap sepele. Bisa jadi itu tanda neuropati perifer, gangguan saraf yang berbahaya jika dibiarkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved