Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Fitri Hudayani SST SGz MKM menganjurkan untuk mengonsumsi lemak baik atau lemak tidak jenuh untuk menjaga kesehatan jantung dan terhindar dari penyakit jantung.
"Kalau lemak-lemak yang baik itu dia akan terolah, kemudian di dalam tubuh juga tidak menimbulkan gangguan, tidak menimbulkan plak, dan
dia juga justru meningkatkan kesehatan tubuh. Misalnya pada lemak yang ada di ikan laut yang tinggi omega-3, justru itu akan melindungi fungsi jantung," kata Fitri seperti dikutip Antara di Jakarta, Selasa (20/9).
Dia menjelaskan lemak baik atau lemak yang tidak jenuh merupakan lemak yang apabila dikonsumsi tidak memperberat kerja jantung. Sebaliknya, lemak jenuh menjadi musuh besar bagi kesehatan jantung.
"Kalau kita mengonsumsi lemak yang berada di tubuh hewan, makan jeroan, itu lemaknya kan lemak jenuh dan dia akan menyebabkan plak
pada pembuluh darah, dan tentunya itu akan menjadi musuh yang besar bagi kesehatan jantung," katanya.
Lebih lanjut, Fitri mengatakan sumber lemak bisa didapatkan dari lauk hewani dan lauk nabati. Pada nabati, misalnya, juga bisa didapatkan melalui proses pengolahan pada tempe ungkep namun tidak digoreng.
"Dengan cara itu lemak yang baik kita tetap dapat, sementara lemak yang tidak baiknya tidak dikonsumsi," katanya.
Baca juga: Jangan Malas Membasuh Wajah Usai Memakai Tabir Surya
Menurut Fitri, konsumsi lemak jenuh seperti minyak goreng yang biasa digunakan dalam rumah tangga masih diperbolehkan, namun tidak dianjurkan untuk menggunakan minyak goreng bekas. Kemudian, jumlah minyak tersebut juga diusahakan tidak banyak dan dibatasi, misalnya digunakan untuk menumis.
Selain sumber lemak yang baik, Fitri juga menekankan pentingnya menerapkan pola makan gizi seimbang dengan memperhatikan sumber-sumber lain seperti karbohidrat, protein, sayur, dan buah.
Jenis karbohidrat yang disarankan yaitu karbohidrat kompleks seperti beras merah, sereal, dan roti gandum. Kemudian, sumber protein bisa
didapatkan dari lauk hewani dan nabati.
"Yang dianjurkan untuk lauk hewani itu adalah ikan. Kalau mau ayam, sebaiknya ayam tanpa kulit. Kalau pun sesekali mau mengonsumsi daging merah atau daging sapi, itu dianjurkan yang tidak berlemak," ujarnya.
Selain itu, telur juga dianjurkan untuk tetap dikonsumsi namun dianjurkan maksimal dua butir dalam satu minggu jika dikonsumsi dengan bagian kuningnya.
Di sisi lain, sumber protein dari nabati, kata Fitri, yang berasal dari kacang-kacangan justru lebih baik, misalnya kacang kedelai,
tahu, tempe, kacang hijau, dan kacang merah.
"Lebih baik kita mencegah daripada harus mengobati, artinya kita sudah harus mulai menerapkan pola makan itu dengan gizi seimbang di mana kita mengonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan. Kemudian, ayo makan sayur dan buah, tingkatkan konsumsi serat," kata Fitri. (Ant/OL-16)
Marcella Zalianty dorong perluasan skrining jantung anak berkebutuhan khusus. IDAI juga ingatkan bahaya mikroplastik pada bayi sejak dalam kandungan.
Masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua kondisi jantung berdebar itu berbahaya.
Penumpukan kalsium pada dinding arteri koroner bukan sekadar tanda kerusakan radiologis, melainkan cerminan proses biologis akibat faktor risiko seperti diabete dan, hipertensi.
Kebiasaan rutin yang dilakukan sehari-hari juga dapat memengaruhi kesehatan jantung Anda.
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
SEORANG pasien datang dengan keluhan nyeri dada yang mengarah pada gangguan aliran darah ke jantung dan ditangani dengan rotablator untuk mengatasi sumbatan.
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Hasil studi IHDC ini semakin memperkuat pentingnya peran berbagai pihak dalam memastikan pemenuhan gizi anak sejak dini.
Pakar IPB University ingatkan bahaya konsumsi Ultra Processed Food (UPF) berlebih pada anak, mulai dari obesitas hingga risiko penyakit jantung dan stroke.
Dokter spesialis anak ingatkan bahaya konsumsi mie instan dan susu kental manis berlebih bagi anak di pengungsian banjir Sumatra. Simak saran gizinya.
Dietisien RS Pelni menekankan pentingnya protein, sayur, dan buah bagi tumbuh kembang anak serta risiko jangka panjang akibat kurang gizi.
Dr. dr. Tan Shot Yen mengingatkan calon jemaah haji untuk menjaga kesehatan, mengontrol penyakit kronis, dan mengatur pola makan sebelum berangkat ke Arab Saudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved