Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Bedah Vaskuler, Charley Simanjuntak, menjelaskan pada dasarnya varises umumnya lebih banyak terjadi pada perempuan. Namun, laki-laki juga bisa mengalami varises, dengan perbandingan 3:1.
"Laki-laki juga bisa terkena penyakit varises, karena berhubungan dengan hormonal. Ada hormon pada wanita yang ternyata efeknya melebarkan pembuluh darah. Jadi, cenderung mudah terjadi varises pada wanita," jelas Charley, Minggu (22/5).
Di Indonesia, lanjut dia, 53% mengalami varises dengan perbandingan 3:1. Di mana perempuan lebih banyak mengalami varises dibandingkan laki-laki.
Baca juga: Tekanan Darah yang Terkendali Buat Hidup Jadi Berkualitas
Hormon pada kehamilan juga mendorong terjadinya varises pada perempuan. Lalu, obesitas dengan penumpukan lemak pada perut, akan menekan pembuluh darah balik, sehingga terjadi varises.
"Selain itu, ketika usianya lebih tua di atas 50 tahun, kecenderungan terjadi varises juga semakin tinggi," imbuhnya.
Terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari terjadinya varises pada perempun. Seperti, pola hidup sehat, rajin berolahraga dan mengatur makanan. Lalu, penting untuk mengurangi pemakaian sepatu hak tinggi.
Baca juga:
Satgas Covid-19: Kenaikan Mobilitas Masyarakat Tertinggi selama Pandemi
Sepatu hak tinggi (high heels) juga membuat gerakan otot kaki tidak sempurna untuk memompa darah kembali ke jantung. Apabila harus duduk atau berdiri dalam waktu lama, sebaiknya jinjit di tempat tiap satu jam.
"Gerakan jinjit itu agar memompa otot kaki supaya tidak terjadi varises. Lebih bagus lagi kita melakukan olahraga untuk menguatkan otot-otot kaki. Seperti jalan, berenang dan bersepeda," ungkap Charles.
Namun, ada olahraga yang harus dihindari, khususnya yang meningkatkan tekanan di perut. Seperti, plank dan angkat beban terlalu berat. Sebab, varises terjadi karena aliran darah untuk kembali ke jantung tidak didukung.(OL-11)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
WIC Jakarta sukses gelar Konferensi Biennial WCI ke-17. Fokus pada pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan pelestarian warisan budaya di era transformasi.
PT IWIP mendobrak stigma gender di industri pertambangan melalui pelatihan operator alat berat dan lingkungan kerja inklusif bagi perempuan di Maluku Utara.
Dokter spesialis ingatkan pentingnya pap smear meski sudah vaksin HPV. Simak data kasus kanker serviks di Indonesia dan program skrining gratis Kemenkes.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Psikiater dr. Elvine Gunawan menjelaskan bagaimana pola asuh kritikal memicu self-stigma dan membuat perempuan sulit terbuka saat menghadapi masalah.
Psikiater dr. Elvine Gunawan memperingatkan bahaya PMDD saat menstruasi, terutama jika muncul keinginan menyakiti diri. Simak gejalanya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved