Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menilai literasi digital anak perlu ditingkatkan sehingga anak tidak terpapar muatan-muatan buruk yang berdampak pada hal-hal buruk yang dilakukan anak.
"Saat ini, anak sangat mudah mendapatkan akses dengan fasilitas gawai. Agar tidak terpapar muatan buruk, orangtua dan guru perlu memberikan edukasi pemanfaatan gawai yang sehat," kata Susanto saat dihubungi, Sabtu (15/6).
Susanto menyayangkan peredaran video asusila yang diduga dilakukan dua pelajar di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Menurut dia, anak usia sekolah seharusnya belajar dengan baik, bukan malah melakukan tindakan yang tidak pantas.
Karena itu, untuk mencegah kejadian serupa terulang, Susanto mengimbau semua orangtua dan guru untuk meningkatkan kualitas karakter anak.
"Orangtua dan guru harus melakukan langkah-langkah pencegahan agar anak tidak melakukan hal-hal buruk," tuturnya.
Baca juga: Seto Mulyadi Rindu Lagu Edukatif untuk Anak
Terkait peredaran video asusila yang terjadi melalui perpesanan sekejap dan media sosial, Susanto mengimbau masyarakat untuk tidak ikut menyebarluaskan karena merupakan pelanggaran hukum.
Sebelumnya, beredar video asusila yang diduga dilakukan pasangan pelajar di Kabupaten Bulukamba di dalam kelas.
Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto mengatakan video tersebut
direkam pada April 2019 dan kedua pelajar tersebut sudah mendapatkan sanksi dari sekolah dan atas kesepakatan keluarga akhirnya dinikahkan dan tidak lagi tinggal di Bulukumba.
"Peredaran video itu tentu kembali mengganggu psikologi mereka. Meski saat ini tidak lagi berdomisili di Kabupaten Bulukumba," katanya. (OL-2)
Psikolog Sani Budiantini menekankan pentingnya kesiapan mental orangtua dalam menghadapi reaksi anak saat implementasi PP Tunas dan pembatasan gawai.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Aktivitas fisik dan sosial tidak hanya efektif mengalihkan perhatian dari layar, tetapi juga mendorong perkembangan interaksi anak dengan lingkungan sekitar.
KPAI mengutuk keras kekerasan terhadap 53 anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta. Jasra Putra soroti lemahnya pengawasan dan regulasi daycare di daerah.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 14 orang meninggal dunia dalam insiden tersebut dan seluruhnya merupakan perempuan dewasa.
KASUS dugaan kekerasan terhadap anak di daycare Little Aresha di Kota Yogyakarta Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini menyampaikan, ini adalah pengaduan yang kelima daycare bermasalah
Salah satu bentuk masih lemahnya pengawasan dan regulasi yakni banyak lembaga beroperasi tanpa izin resmi, tidak memiliki SOP.
KPAI menilai kasus kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta berlangsung sistematis dan masif. Desak penyelidikan hingga ke pemilik yayasan.
KPAI akan menyusun rekomendasi strategis berbasis bukti untuk disampaikan kepada Presiden, membentuk kelompok kerja khusus MBDK, dan mendorong pembatasan iklan minuman manis di ruang publik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved