Ruby Rose Tuduh Katy Perry Lakukan Pelecehan Seksual di Kelab Malam Melbourne

Thalatie K Yani
14/4/2026 06:50
Ruby Rose Tuduh Katy Perry Lakukan Pelecehan Seksual di Kelab Malam Melbourne
Aktris Ruby Rose mengklaim menjadi korban pelecehan seksual oleh Katy Perry hampir 20 tahun lalu. (IMDB)

DUNIA hiburan Hollywood dikejutkan dengan pengakuan terbaru dari aktris dan model asal Australia, Ruby Rose. Melalui platform media sosial Threads pada Minggu (12/4), bintang serial Orange Is the New Black ini menuduh penyanyi Katy Perry melakukan pelecehan seksual terhadapnya di sebuah kelab malam di Melbourne, hampir dua dekade silam.

Tuduhan tersebut bermula saat Rose mengomentari sebuah artikel tentang reaksi Perry terhadap penampilan Justin Bieber di Coachella. Rose menuliskan pesan yang sangat personal dan tajam di kolom komentar.

"Katy Perry melecehkan saya secara seksual di kelab malam Spice Market di Melbourne. Siapa yang peduli dengan apa yang dia pikirkan," tulis Rose.

Kronologi yang Diungkap Rose

Rose, yang kini berusia 40 tahun, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi saat ia masih berusia awal 20-an. Ia mengaku butuh waktu hampir 20 tahun untuk berani mengungkap hal ini ke publik.

Dalam unggahan berikutnya, Rose merinci kejadian tersebut. Ia mengklaim saat itu ia sedang beristirahat di pangkuan sahabatnya untuk menghindari Perry. Namun, ia menuduh Perry justru mendekatinya dan melakukan tindakan asusila yang sangat tidak pantas ke wajahnya hingga ia terbangun dan muntah.

"Sebagai seorang perempuan, karena berbagai alasan, mengungkapkan kekerasan dan pelecehan seksual sesama perempuan terasa 100 kali lebih sulit daripada berbicara tentang predator pria, setidaknya bagi saya," ungkap Rose.

Bantahan Pihak Katy Perry

Menanggapi tuduhan serius tersebut, perwakilan dari Katy Perry segera merilis pernyataan resmi pada Senin (13/4). Pihak Perry membantah keras klaim tersebut dan menyebutnya sebagai kebohongan yang berbahaya.

“Tuduhan yang disebarkan di media sosial oleh Ruby Rose tentang Katy Perry tidak hanya sepenuhnya salah, tetapi juga merupakan kebohongan yang berbahaya dan ceroboh," ujar perwakilan Perry.

Pihak Perry juga menambahkan Rose memiliki sejarah dalam membuat tuduhan publik yang serius terhadap berbagai individu di media sosial, yang mana klaim-klaim tersebut kerap dibantah oleh orang-orang yang bersangkutan.

Enggan Menempuh Jalur Hukum

Meski tuduhannya sangat berat, Rose menyatakan tidak tertarik untuk melaporkan kasus ini secara resmi kepada kepolisian. Ia menanggapi tuduhan netizen yang menyebutnya bicara sekarang karena dendam lama terkait perseteruan mereka pada tahun 2017 silam.

"Dia (Perry) sangat dipersilakan untuk menuntut saya (dia tidak akan melakukannya, karena itu memang terjadi, saya punya foto-foto dan itu terjadi secara harfiah di depan umum serta disaksikan oleh banyak orang)," klaim Rose.

Rose juga mengungkapkan informasi tambahan bahwa di masa lalu, tepatnya pada tahun 2010-an, Katy Perry sempat menulis dan menandatangani surat rekomendasi untuk pengajuan visa Amerika Serikat miliknya. Hingga saat ini, perseteruan terbuka di media sosial tersebut masih menjadi sorotan publik internasional. (People/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya