Katy Perry sedang Diselidiki di Australia terkait Kasus Pelecehan Seksual terhadap Ruby Rose

Asha Bening Rembulan
17/4/2026 11:39
Katy Perry sedang Diselidiki di Australia terkait Kasus Pelecehan Seksual terhadap Ruby Rose
Katy Perry(Instagram)

INVESTIGASI kepolisian sedang berlangsung di Australia setelah Katy Perry disebut telah melakukan pelecehan terhadap aktris Ruby Rose. Kepolisian Victoria telah memberikan pernyataan pihaknya sedang menyelidiki dugaan serangan seksual yang terjadi di Melbourne pada 2010 itu.

Polisi diberitahu insiden tersebut terjadi di sebuah tempat di area CBD, Melbourne. Pihak kepolisian enggan memberikan komentar lebih jauh mengingat tahap investigasi masih terus berlangsung.

Rose Angkat Bicara

Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh penyanyi kondang AS tersebut bermula ketika Rose meninggalkan komentar di salah satu akun media sosial Threads. Rose memberikan komentar di bawah unggahan tentang reaksi Perry terhadap penampilan Justin Bieber di Coachella.

Dalam komentar tersebut, Rose meninggalkan komentar. “Katy Perry melakukan pelecehan seksual terhadap saya di klub malam Spice Market di Melbourne. Siapa peduli apa yang dia pikirkan.”

Unggahan selanjutnya dari Rose turut menjelaskan kronologi pelecehan yang dilakukan oleh Perry. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para penggemar yang memberikan dukungan kepadanya. 

“Saya (ketika kejadian tersebut) berusia 20 tahun dan sekarang saya berusia 40 tahun. Butuh hampir dua dekade untuk mengatakan ini secara terbuka. Meskipun saya sangat bersyukur telah berhasil bertahan lama untuk menemukan suara saya, ini menunjukkan betapa besar dampak dari trauma dan pelecehan seksual,” tulis Rose melalui akun Threads miliknya.

Resmi Laporkan Katy Perry

Dalam unggahan terbaru Rose di Threads pada Selasa (14/04), ia menyampaikan laporan terkait kasus pelecehan tersebut telah difinalisasi. Hal ini mengharuskan Rose untuk menghapus segala unggahan sebelumnya mengenai detail kasus.

“Hingga siang ini, saya telah menyelesaikan laporan saya. Ini berarti saya tidak dapat lagi berkomentar, memposting ulang, atau berbicara secara publik tentang kasus-kasus tersebut atau individu yang terlibat,” tulis Rose dalam akun pribadinya.

Ia juga menyampaikan prosedur tersebut merupakan prosedur standar dari kepolisian dan dirinya tidak bermaksud untuk mengabaikan segala dukungan dari banyak orang.

“Saya bisa memulai proses penyembuhan sekarang. Untuk sementara waktu, saya bisa melangkah maju. Saya sangat menyayangi kalian semua,” pungkas Rose.

Sementara itu, perwakilan Perry membantah klaim tersebut. Pihaknya menilai bahwa klaim Rose sebagai tuduhan yang sepenuhnya salah dan kebohongan yang berbahaya serta sembrono. (Variety/Threads/@rubyrose/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya