Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERGERAKAN musik tanah air yang sangat dinamis akhir-akhir ini, didorong menjamurnya platform digital dan juga media sosial, menjadikan setiap lagu mendapat tempatnya sendiri. Tidak sering kita jumpai, lagu yang dirilis tahun 90-an tiba-tiba viral, artis yang berada di belahan ujung Bumi tiba-tiba suaranya sampai terdengar di Indonesia, begitupun sebaliknya. Sebut saja, lagu Berharap Tak Berpisah yang dipopulerkan oleh Reza Artamevia pun naik pamornya, berkat peran media sosial.
Sejalan dengan visi Aquarius Musikindo, untuk selalu menyentuh setiap generasi dengan karya terbaik, geliat itu disambut baik dengan kembali merilis ulang salah satu lagu terbaik 1994, Negeri di Awan, yang diciptakan Katon Bagaskara bersama Andre Manika, dalam versi Remastered 2024.
Negeri di Awan (Remastered 2024) ini langsung ditangani audionya oleh pemenang Grammy Awards Randy Merrill dari Sterling Sound, Edgewater, NJ – Amerika Serikat (AS).
Baca juga : Dendi Nata Merilis Single Terbaru Bahagia Akan Datang
Negeri di Awan sendiri merupakan lagu andalan dalam album solo perdana Katon Bagaskara yang bertajuk self-titled Katon Bagaskara, yang dirilis pada 1994.
Baca juga : Namira Rilis Lagu 'Bukan Aku yang Kau Cinta'
Menilik sedikit ke belakang, lagu Negeri di Awan, yang musiknya diarransemen oleh Billy J Budiarjo itu, ternyata menjadikan Dataran Tinggi Dieng sebagai inspirasinya.
Lewat pesan suara atau voice note, Katon bercerita kisah dirinya dan kakaknya, Andre Manika, sedang berada di Dieng kala itu, dan lahirlah lagu, Negeri di Awan ini.
“Kita bisa merasakan kita begitu dekat dan menyatu dengan alam saat itu. Di alam kita bisa merasakan rasa damai, rasa sayang, dijaga oleh alam dan juga dimengerti secara indah dan penuh kasih. Negeri di Awan bukanlah sosok, melainkan “rasa”, ujarnya.
Baca juga : Nadhif Basalamah Rilis Single Tiba-Tiba Jumat Lagi
Uniknya, Negeri di Awan, untuk pertama kali dan mungkin satu-satunya musik video yang digarap oleh sutradara dan produser film handal Garin Nugroho.
Musik video dari lagu Negeri di Awan sendiri mendapatkan penghargaan sebagai video klip terbaik VMI 1996 dan lagu Negeri di Awan mendapatkan penghargaan sebagai Lagu Terbaik BASF AWARD 1996 juga. (RO/Z-1)
Baca juga : Single Ketiga Bernuansa Galau Angie Zelena Dirilis
Pemerintah resmi terapkan PP TUNAS untuk lindungi anak di ruang digital. Menkomdigi Meutya Hafid beri peringatan keras pada 8 platform besar termasuk TikTok & Roblox agar segera patuh.
Penyedia teknologi seperti berperan membantu organisasi memperkuat monitoring, analitik, dan visibilitas operasional.
Dewan Pers menyoroti perjanjian dagang RI-AS yang berpotensi membuka kepemilikan asing 100% di sektor media dan melemahkan aturan platform digital bagi pers.
Direktur Festival Balinale, Deborah Gabinetti, ditunjuk sebagai juri kompetisi internasional kategori film panjang pada LeFIFA ke-44 pada 12–22 Maret 2026 di Montreal.
Menkomdigi tetapkan 8 platform (TikTok, Instagram, Roblox, dll) dilarang bagi anak di bawah 16 tahun per 2026. Simak alasan darurat digital selengkapnya.
Menkomdigi Meutya Hafid resmi melarang anak di bawah 16 tahun punya akun TikTok, Roblox, hingga YouTube mulai 28 Maret 2026. Simak aturan lengkap PP Tunas di sini!
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh jurnalis, tetapi juga oleh influencer yang mengemas isu publik menjadi konten singkat, cepat, dan menarik perhatian.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
KPAI mengapresiasi langkah Meta yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi korban deepfake AI yang membuatnya mahir pidato bahasa arab hingga bernyanyi merdu. Simak peringatannya soal bahaya hoaks!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved