Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK orangtua yang memiliki kekhawatiran terhadap kemampuan sosial emosional anak saat menghadapi masa transisi pascapandemi covid-19 dengan aktivitas di luar rumah mulai berangsur normal. Hal tersebut juga dirasakan oleh aktris Putri Titian.
Perempuan yang akrab disapa Tian itu merasa anak keduanya, Iago, sulit beradaptasi dengan orang baru karena selama pandemi hanya menghabiskan waktu di rumah. Sementara anak pertamanya, Iori, menjadi lebih hiperaktif dan susah fokus.
"Iago baru belajar ngomong, tiba-tiba pandemi, semua terbatas. Dia lebih susah adaptasi dengan orang baru, malu, takut, dia juga suka ngambek," kata Tian saat virtual media gathering, dikutip Rabu (27/7).
Baca juga: Ini Tips Mengajarkan Nilai Kebaikan pada Anak dari Putri Titian
"Kalau Iori, karena dia sempat merasakan interaksi dengan orang lain, dia jadi overacting. Pas keluar rumah heboh, enggak bisa fokus. Aku takut dia enggak bisa menerima pelajaran dengan baik," lanjut dia.
Untuk mengatasi hal itu, Tian mengatakan dia mulai membuat rencana harian. Tujuannya, agar saat bangun tidur, anak-anaknya tahu apa yang akan mereka lakukan seharian.
"Jadi anak-anak udah tahu mau ngapain, bangun jam berapa. Pokoknya semua kegiatan seharian udah terarah. Ini juga bikin mereka disiplin," kata Tian.
Selanjutnya, Tian juga mengatakan dia mulai mengajak anak-anaknya berkegiatan di luar rumah, seperti berolahraga atau sekadar bermain di taman. Tujuannya, kata Tian, agar anak-anak belajar berinteraksi dengan setiap orang yang mereka temui.
"Biasanya kan nanti ketemu orang baru, jadi bisa menstimulasi mereka kalau ketemu orang itu harus bagaimana," ujar Tian.
"Mulai dikenalin juga ke keluarga besar. Kalau selama pandemi tahunya orangtuanya aja, sekarang mereka tau ini oma, om, tante," sambungnya.
Tidak lupa, Tian juga selalu memberikan asupan nutrisi yang seimbang bagi anak-anaknya agar mereka tetap sehat dan siap setiap berkegiatan di luar rumah.
"Aku jaga nutrisi mereka. Kalau anak sehat juga kan mereka siap menerima apapun di luar sana. Itu sih yang aku lakukan selama ini," pungkasnya. (Ant/OL-1)
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Psikolog Sani Budiantini menekankan pentingnya kesiapan mental orangtua dalam menghadapi reaksi anak saat implementasi PP Tunas dan pembatasan gawai.
Roblox memperkenalkan Roblox Kids dan Roblox Select di Indonesia untuk melindungi pengguna di bawah 16 tahun dengan kontrol orang tua yang lebih ketat.
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Pengumuman SNBP 2026 memicu refleksi mendalam bagi orang tua. Fokus kini bergeser dari sekadar nama besar kampus ke relevansi kurikulum dan kesiapan kerja.
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved