Mendesak Audit Manajemen PT KAI

Cahya Mulyana
27/4/2026 23:49
Mendesak Audit Manajemen PT KAI
Ki Darmaningtyas(dok.MI)

AUDIT manajemen di PT Kereta Api Indonesia (KAI) dinilai sangat penting menyusul kecelakaan yang melibatkan kereta jarak jauh dengan kereta rel listrik (KRL) yang terjadi pada malam ini, Senin (27/4).

“Saya betul-betul sedih melihat video kecelakaan tersebut. Kalau kecelakaan mobil mungkin sudah sering terjadi, tetapi ini kereta jarak jauh dengan KRL, dan ini baru pertama kali terjadi,” ujar pengguna kereta api Ki Darmaningtyas dalam keterangannya, Senin (27/4).

Ia menilai, kecelakaan tersebut merupakan peristiwa langka dan serius dalam sejarah perkeretaapian nasional, mengingat selama ini hampir tidak pernah terjadi insiden antara kereta jarak jauh dan kereta perkotaan.

Menurut dia, kecelakaan besar sesama moda kereta terakhir terjadi pada 2 Oktober 2010 di Stasiun Patarukan, Pemalang, Jawa Tengah, yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Pasar Turi Surabaya dan KA Senja Utama Semarang relasi Pasar Senen–Semarang Tawang. Insiden itu menewaskan 35 orang, serta menyebabkan puluhan korban luka berat dan ringan.

Selain itu, ia juga menyinggung kecelakaan di Bintaro pada 9 Desember 2013, ketika KRL Commuter Line jurusan Serpong–Tanah Abang bertabrakan dengan truk tangki di perlintasan Pondok Betung, Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut menyebabkan sembilan orang meninggal dunia dan 86 orang lainnya mengalami luka-luka.

Ki Darmaningtyas menegaskan, kecelakaan terbaru yang mempertemukan kereta jarak jauh dengan KRL merupakan yang pertama dalam sejarah, sehingga mengindikasikan adanya persoalan serius di tingkat manajerial.

“Selama ini tidak pernah terjadi senggolan antara kereta jarak jauh dengan kereta perkotaan. Ini tentu ada masalah serius di tingkat manajemen yang perlu segera diaudit,” katanya.

Ia juga menyoroti bahwa insiden ini merupakan kecelakaan kedua yang melibatkan kereta jarak jauh dalam satu bulan terakhir. Sebelumnya, pada 6 April 2026, KA Bangunkarta dilaporkan anjlok di Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut sempat mengganggu perjalanan kereta lintas tengah dan menyebabkan keterlambatan akibat pengalihan rute.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa rangkaian kecelakaan dalam waktu berdekatan tersebut menjadi alasan kuat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan perusahaan.

Selain mendesak audit manajemen, Ki Darmaningtyas juga menyinggung pentingnya kepemimpinan yang tegas dan disiplin seperti yang pernah ditunjukkan oleh mantan Direktur Utama PT KAI, Ignatius Jonan.

Menurut dia, kepemimpinan yang kuat terbukti mampu mendorong transformasi layanan kereta api menjadi lebih aman, nyaman, dan tepat waktu. "Danantara perlu lebih cermat lagi memilih direksi PT KAI, agar direksi yang baru tidak membawa kemunduran PT KAI, tapi dapat membawa kemajuan KAI," pungkasnya. (Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya