Tragedi Bekasi Timur! Korban Tewas Kecelakaan Kereta Dapat Santunan Hingga Rp90 Juta

Insi Nantika Jelita
28/4/2026 18:22
Tragedi Bekasi Timur! Korban Tewas Kecelakaan Kereta Dapat Santunan Hingga Rp90 Juta
Gedung Jasa Raharja(dok.Jasa Raharja)

JASA Raharja memberikan santunan hingga Rp90 juta bagi korban yang meninggal akibat kecelakaan kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4). Santunan tersebut diberikan sebagai bentuk perlindungan negara kepada para korban, baik yang meninggal dunia maupun mengalami luka-luka, melalui skema penjaminan yang telah ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga saat ini, data sementara mencatat 14 korban meninggal dunia serta 79 korban luka-luka yang masih dalam penanganan di berbagai rumah sakit.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyampaikan, untuk korban meninggal dunia, santunan dasar yang diserahkan sebesar Rp50 juta sesuai ketentuan.

"Selain itu, melalui anak perusahaan Jasaraharja Putera yang bekerja sama dengan PT KAI, akan diberikan santunan tambahan sebesar Rp40 juta," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/4).

Sementara itu, untuk korban luka-luka, Jasa Raharja menjamin biaya perawatan di rumah sakit hingga maksimal Rp20 juta sesuai ketentuan. Adapun Jasaraharja Putera juga memberikan tambahan jaminan hingga Rp30 juta.

Ia menegaskan seluruh korban, baik meninggal dunia maupun luka-luka, dijamin oleh Jasa Raharja sesuai Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964. Oleh karena itu, Jasa Raharja memastikan seluruh korban mendapatkan jaminan perlindungan dasar.

"Untuk korban meninggal dunia, santunan akan kami serahkan secepat mungkin. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk keluarga korban, agar proses dapat berjalan cepat dan tepat,” jelas Awaluddin.

Jasa Raharja juga menyatakan telah menerbitkan surat jaminan (guarantee letter) kepada delapan rumah sakit yang menangani korban, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

“Kami terus memonitor perkembangan di lapangan karena masih dimungkinkan adanya tambahan korban yang dirujuk ke rumah sakit lainnya,” pungkas Awaluddin. (Ins/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya