JP Morgan: Indonesia Masuk 3 Besar Negara Paling Tahan Krisis Energi Global

 Gana Buana
23/4/2026 20:42
JP Morgan: Indonesia Masuk 3 Besar Negara Paling Tahan Krisis Energi Global
Indonesia masuk 3 besar negara paling tangguh menghadapi krisis energi global 2026 versi JP Morgan.(Dok. Trading View)

DiI tengah ketidakpastian harga energi global yang terus bergejolak, Indonesia justru muncul sebagai salah satu negara paling tangguh di dunia. Hal ini terungkap dalam laporan terbaru JP Morgan yang menempatkan Indonesia di posisi elite dalam ketahanan energi global.

Dalam riset bertajuk Pandora’s Bog: The Global Energy Shock of 2026, JP Morgan menilai Indonesia mampu bertahan dari tekanan lonjakan harga minyak dan gas berkat kombinasi unik antara rendahnya ketergantungan impor energi dan kuatnya fondasi energi domestik.

Chairman of Market and Investment Strategy JP Morgan Asset & Wealth Management, Michael Cembalest, menyebut posisi Indonesia sangat impresif karena berhasil menempati peringkat ketiga dunia dalam ketahanan terhadap guncangan energi global.

Tak hanya itu, Indonesia juga mencatatkan posisi kedua dunia dalam indikator Total Protection Factor, yang mengukur seberapa besar sistem energi suatu negara terlindungi dari fluktuasi harga energi internasional. Indonesia hanya berada di bawah Afrika Selatan dalam indikator ini.

Kekuatan utama Indonesia, menurut laporan tersebut, terletak pada kapasitas produksi energi domestiknya. Sebagai eksportir batu bara termal terbesar di dunia dan produsen gas alam peringkat ke-13 global, Indonesia memiliki basis energi yang solid. Pada 2024, kapasitas produksi gas nasional tercatat mencapai sekitar 2.465 miliar meter kubik.

Selain itu, keberagaman bauran energi nasional menjadi faktor penopang penting. Pemanfaatan energi air, panas bumi, hingga biodiesel membuat sistem energi Indonesia tidak bergantung pada satu komoditas saja, sehingga lebih tahan terhadap gejolak pasar global.

JP Morgan juga mencatat Insulation Factor Indonesia mencapai 77%, angka yang mencerminkan kemampuan tinggi dalam memenuhi kebutuhan energi dari sumber domestik. Kondisi ini jauh berbeda dibanding negara-negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Taiwan yang sangat bergantung pada impor energi.

Namun, di balik capaian tersebut, sejumlah tantangan masih membayangi. Produksi minyak domestik yang terus menurun, ketergantungan terhadap pembayaran impor energi dalam dolar AS, serta potensi membengkaknya subsidi energi menjadi risiko yang harus diantisipasi jika harga energi global terus naik.

Dalam laporan yang sama, JP Morgan juga mengidentifikasi negara-negara yang paling rentan terhadap guncangan energi global, di antaranya Italia, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Spanyol, dan Belanda. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya