Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DiI tengah ketidakpastian harga energi global yang terus bergejolak, Indonesia justru muncul sebagai salah satu negara paling tangguh di dunia. Hal ini terungkap dalam laporan terbaru JP Morgan yang menempatkan Indonesia di posisi elite dalam ketahanan energi global.
Dalam riset bertajuk Pandora’s Bog: The Global Energy Shock of 2026, JP Morgan menilai Indonesia mampu bertahan dari tekanan lonjakan harga minyak dan gas berkat kombinasi unik antara rendahnya ketergantungan impor energi dan kuatnya fondasi energi domestik.
Chairman of Market and Investment Strategy JP Morgan Asset & Wealth Management, Michael Cembalest, menyebut posisi Indonesia sangat impresif karena berhasil menempati peringkat ketiga dunia dalam ketahanan terhadap guncangan energi global.
Tak hanya itu, Indonesia juga mencatatkan posisi kedua dunia dalam indikator Total Protection Factor, yang mengukur seberapa besar sistem energi suatu negara terlindungi dari fluktuasi harga energi internasional. Indonesia hanya berada di bawah Afrika Selatan dalam indikator ini.
Kekuatan utama Indonesia, menurut laporan tersebut, terletak pada kapasitas produksi energi domestiknya. Sebagai eksportir batu bara termal terbesar di dunia dan produsen gas alam peringkat ke-13 global, Indonesia memiliki basis energi yang solid. Pada 2024, kapasitas produksi gas nasional tercatat mencapai sekitar 2.465 miliar meter kubik.
Selain itu, keberagaman bauran energi nasional menjadi faktor penopang penting. Pemanfaatan energi air, panas bumi, hingga biodiesel membuat sistem energi Indonesia tidak bergantung pada satu komoditas saja, sehingga lebih tahan terhadap gejolak pasar global.
JP Morgan juga mencatat Insulation Factor Indonesia mencapai 77%, angka yang mencerminkan kemampuan tinggi dalam memenuhi kebutuhan energi dari sumber domestik. Kondisi ini jauh berbeda dibanding negara-negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Taiwan yang sangat bergantung pada impor energi.
Namun, di balik capaian tersebut, sejumlah tantangan masih membayangi. Produksi minyak domestik yang terus menurun, ketergantungan terhadap pembayaran impor energi dalam dolar AS, serta potensi membengkaknya subsidi energi menjadi risiko yang harus diantisipasi jika harga energi global terus naik.
Dalam laporan yang sama, JP Morgan juga mengidentifikasi negara-negara yang paling rentan terhadap guncangan energi global, di antaranya Italia, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Spanyol, dan Belanda. (Ant/Z-10)
Laporan terbaru JP Morgan Asset Management menempatkan Indonesia di peringkat kedua dunia sebagai negara paling resilien terhadap guncangan energi global.
PERUNDINGAN maraton selama 21 jam antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, berakhir buntu tanpa menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik Timur Tengah.
Ketegangan di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak mentah AS hingga 2,35%. Trump beri tenggat waktu hingga Selasa bagi Iran untuk membuka jalur laut.
Blokade Selat Hormuz oleh Iran picu krisis energi global. Hampir 2.000 kapal tertahan, harga minyak melonjak, dan pasokan dunia terganggu.
Indonesia masuk kategori negara paling aman dari krisis energi global versi The Economist. Simak strategi DEN dalam menjaga stabilitas energi nasional.
Pengembangan energi nuklir tidak hanya merupakan persoalan teknologi, tetapi juga kesiapan tata kelola, komunikasi publik, dan mitigasi risiko.
Bahlil Lahadalia menegaskan hilirisasi menjadi kunci utama untuk menghentikan ketergantungan Indonesia terhadap ekspor bahan mentah untuk mendorong ketahanan energi nasional.
penilaian lembaga internasional JP Morgan yang menempatkan Indonesia pada posisi atas dalam ketahanan energi mencerminkan bahwa fondasi kebijakan yang dibangun pemerintah sudah tepat.
PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) menjajaki kerja sama pengembangan bioetanol melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pertamina Group dan Medco Group.
Di tengah kebutuhan memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, kolaborasi antara dunia pendidikan, pelaku usaha, dan pemerintah menjadi kunci untuk mendorong hilirisasi sawit.
Menurutnya, kondisi global yang tidak menentu menuntut semua pihak untuk bersiap dan berperan aktif membantu masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved