Survei JP Morgan Jadi Bukti Kebijakan Energi Sudah Tepat

Insi Nantika Jelita
24/4/2026 23:31
Survei JP Morgan Jadi Bukti Kebijakan Energi Sudah Tepat
Pekerja melakukan pemantauan lapangan di area Gas oil Hydrotreater di Kilang Pertamina Balongan, Indramayu, Jawa Barat.(Antara/Dedhez Anggara)

KETAHANAN Indonesia dalam menghadapi gejolak energi global mendapat pengakuan internasional. Hasil riset terbaru JP Morgan menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang tangguh menghadapi guncangan energi dunia, sebuah capaian yang dinilai mencerminkan efektivitas arah kebijakan energi nasional.

Pengamat energi sekaligus Ketua Umum PP Gekira Nikson Silalahi menilai hasil survei tersebut menjadi indikator bahwa strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi telah berada di jalur yang tepat.

"Hasil survei ini menjadi bukti arah kebijakan pemerintah yang menekankan penguatan khususnya di sektor energi, telah memberikan hasil nyata dan mampu menjawab tekanan global," ujarnya dalam keterangan resmi.

Laporan terbaru JP Morgan Asset Management bertajuk Pandora’s Bog: The Global Energy Shock of 2026 menempatkan Indonesia di peringkat kedua dunia sebagai negara paling resilien terhadap guncangan energi global. Penilaian ini didasarkan pada kemampuan suatu negara dalam melindungi kebutuhan energinya dari fluktuasi pasar internasional. 

Menurut Nikson, capaian tersebut tidak terlepas dari strategi penguatan produksi energi domestik, termasuk melalui hilirisasi sumber daya alam dan upaya mengurangi ketergantungan pada impor energi. Dengan basis energi dalam negeri yang kuat, Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global.

"Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak sekadar merespons krisis, tetapi membangun sistem yang tahan krisis. Ini adalah statecraft yang kuat dalam menghadapi dunia yang tidak pasti," lanjutnya.

Ia menilai pendekatan tersebut mencerminkan politik energi yang berorientasi pada kedaulatan nasional. Kebijakan yang bertumpu pada kekuatan sumber daya domestik dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan geopolitik dan volatilitas harga energi.

Meski demikian, Nikson mengingatkan bahwa capaian ini harus dijaga melalui konsistensi kebijakan. Ia mendorong percepatan diversifikasi bauran energi, termasuk pengembangan energi terbarukan, serta pengurangan ketergantungan terhadap impor minyak.

Sebagai organisasi sayap Partai Gerindra, PP Gekira menyatakan komitmennya untuk terus mengawal agenda strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional dan mewujudkan kedaulatan energi.

"Indonesia harus terus melangkah dari sekadar bertahan menjadi negara yang semakin kuat dan berdaulat di tengah dinamika global dalam membangun SDM dalam negeri," tutup Nikson. (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya