Rupiah Menguat Imbas Pemerintah Naikkan Harga BBM Nonsubsidi

Andhika Prasetyo
20/4/2026 11:06
Rupiah Menguat Imbas Pemerintah Naikkan Harga BBM Nonsubsidi
ilustrasi(Antara)

Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Senin pagi. Mata uang Garuda naik 34 poin atau 0,20% ke level Rp17.155 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.189 per dolar AS. Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan rupiah didorong oleh kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Menurutnya, langkah tersebut dinilai dapat mengurangi beban APBN, sehingga memberikan sentimen positif bagi rupiah terhadap dolar AS.

PT Pertamina (Persero) telah menyesuaikan harga sejumlah BBM non-subsidi sejak 18 April 2026. Beberapa di antaranya:

  • Pertamax Turbo: Rp19.400/liter (sebelumnya Rp13.100)
  • Dexlite: Rp23.600/liter (sebelumnya Rp14.200)
  • Pertamina Dex: Rp23.900/liter (sebelumnya Rp14.500)

Penyesuaian harga ini dilakukan sesuai formula harga dasar yang mengacu pada kebijakan pemerintah melalui regulasi Kementerian ESDM.

Tekanan dari Sentimen Global

Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor penekan bagi rupiah, terutama terkait situasi di Selat Hormuz. Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan bahwa wilayah tersebut masih berada dalam pengawasan ketat, menyusul ketegangan dengan Amerika Serikat yang berdampak pada jalur distribusi energi global.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati potensi perundingan lanjutan antara AS dan Iran yang disebut akan berlangsung di Islamabad, Islamabad. Namun, kepastian agenda tersebut masih belum jelas.

Sikap Pasar Menjelang RDG BI

Investor saat ini cenderung bersikap wait and see menjelang keputusan suku bunga oleh Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG). Pasar memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan. Namun, Lukman melihat adanya peluang kenaikan suku bunga jika mempertimbangkan tren pelemahan rupiah dalam beberapa waktu terakhir. (Ant/E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya