Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOMI Indonesia diproyeksikan tumbuh 4,7- 4,8 persen oleh Bank Dunia. Proyeksi ini masih di bawah target pemerintah yang ingin pertumbuhan ekonomi mencapai 5 persen. Angka tersebut berdasarkan rilis laporan dari East Asia and Pacific Economic Update April 2026, Rabu (8/4).
Meskipun di bawah target, namun angka itu lebih tinggi daripada proyeksi pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP) yang hanya 4,2 persen.
Adapun negara-negara Asia Timur dan Pasifik meliputi Indonesia, Kamboja, Tiongkok, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Papua Nugini, Filipina, Thailand, Timor-Leste, Vietnam, dan Negara-Negara Kepulauan Pasifik.
"Indonesia relatif tangguh karena ketergantungan terhadap impor minyak, misalnya, lebih rendah dibandingkan negara lain," ujar Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo.
Disebutkan dalam laporan itu, impor minyak dan gas Indonesia pada 2024 sekitar 1 persen dari produk domestik bruto (PDB). Sementara Thailand mencapai 7 persen, Filipina 3 persen, dan Vietnam 2 persen.
Harga minyak dunia yang naik disebut dapat memberatkan beban fiskal karena adanya subsidi yang diberikan pemerintah serta kompensasi energi.
Selain itu, inflasi dinilai dapat meningkat dengan naiknya harga minyak. Hal itu mengerek biaya pangan dan kenaikan harga yang berdampak pada rantai nilai.
Mattoo menambahkan, meningkatnya sentimen risiko global juga berpotensi menekan investasi dan konsumsi. Bank Dunia juga menyebut Indonesia bisa pulih apabila mencapai pertumbuhan ekonomi 5,2 persen pada 2027.
Selain Indonesia, Bank Dunia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 di Asia Tenggara yakni Malaysia 4,4 persen, Filipina 3,7 persen, Thailand 1,3 persen, dan Vietnam 6,3 persen.
Untuk prospek di kawasan Asia Timur dan Pasifik, sambung Mattoo dipengaruhi tiga faktor eksternal yakni konflik di Timur Tengah, pembatasan perdagangan di Amerika Serikat termasuk ketidakpastian kebijakan global, dan perkembangan positif berupa teknologi kecerdasan buatan (AI). (Ant/H-4)
Duel penentuan Grup C Piala Uber 2026 antara Indonesia dan Taiwan berlangsung ketat. Hingga dua partai awal, kedudukan imbang 1-1 dalam laga yang digelar di Horsens.
PARA pecinta astronomi di Indonesia yang melewatkan puncak hujan meteor Lyrids masih memiliki kesempatan untuk menyaksikan fenomena langit lainnya Hujan meteor Pi Puppid
INDONESIA mengamankan pasokan 150 juta barel minyak dari Rusia dengan harga khusus. Itu dilakukan setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia ujar Hasyim Djojohadikusumo.
Kwarnas tetapkan Gudep Pramuka KBRI Kuala Lumpur sebagai percontohan luar negeri. Memiliki pembina tersertifikasi, aktif di Malaysia, dan siap kirim regu ke Jamnas XII.
Indonesia menegaskan pentingnya menjaga keamanan Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran internasional yang aman dan terbuka sesuai hukum internasional.
Indonesia resmi menambah wilayah seluas 127,3 hektare di Pulau Sebatik usai kesepakatan batas darat dengan Malaysia. Pemerintah siapkan Rp86 miliar untuk PLBN.
Gelombang protes terhadap pendanaan industri peternakan intensif menguat secara global, dengan aksi serentak yang menyasar lembaga keuangan internasional.
Revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 oleh World Bank menjadi 4,7% mencerminkan meningkatnya tekanan eksternal, khususnya akibat kenaikan harga energi global.
Pemangkasan proyeksi pertumbuhan oleh Bank Dunia perlu dibaca sebagai peringatan dini bahwa ekonomi Indonesia masih rentan.
Ekonom dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 masih berpeluang melampaui proyeksi Bank Dunia.
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pemangkasan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 oleh Bank Dunia hal yang wajar. Bank Dunia
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Bank Dunia melakukan "dosa besar" setelah memangkas proyeksi ekonomi Indonesia dari 4,8% menjadi 4,7% tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved