Biji Plastik Langka, Bulog: Stok Kemasan Beras masih Aman

Andhika Prasetyo
08/4/2026 07:21
Biji Plastik Langka, Bulog: Stok Kemasan Beras masih Aman
ilustrasi(Antara)

Perum Bulog memastikan ketersediaan kemasan beras tetap aman di tengah kekhawatiran kelangkaan bahan baku plastik akibat dinamika geopolitik global. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa perseroan masih memiliki stok kemasan plastik yang cukup untuk mendukung kebutuhan distribusi beras dalam waktu dekat.

“Bulog masih memiliki stok untuk memenuhi kebutuhan kemasan plastik tersebut,” ujarnya usai rapat dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta.

Ia menjelaskan, isu bahan baku plastik saat ini berada dalam ranah Kementerian Perindustrian, sehingga penjelasan teknis terkait pasokan bahan baku bukan menjadi kewenangan Bulog. Meski demikian, Bulog menegaskan operasional distribusi beras, terutama untuk program pelayanan publik (public service obligation/PSO), tetap menjadi prioritas utama dan tidak mengalami gangguan. Selain memastikan stok tersedia, Bulog juga mulai menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi potensi gangguan pasokan plastik ke depan, guna menjaga kesinambungan distribusi.

Terkait program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), termasuk pengadaan kemasan beras ukuran 2 kilogram, Rizal memastikan seluruh kontrak pengadaan telah dilakukan sejak awal tahun anggaran sehingga tidak terdampak isu yang berkembang saat ini.

Bulog sendiri mendapat penugasan menyalurkan beras SPHP sepanjang 2026 dengan target mencapai 828 ribu ton, sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras nasional.

Selain itu, perusahaan juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) untuk periode Februari–Maret 2026. Setiap penerima manfaat mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng merek MinyaKita.

Penyaluran bantuan tersebut sempat ditunda selama periode Ramadhan dan Idul Fitri untuk menjaga stabilitas harga, namun kini kembali berjalan sejak akhir Maret dan ditargetkan rampung pada akhir April 2026. Dengan kesiapan tersebut, Bulog optimistis distribusi pangan tetap berjalan lancar di tengah tekanan eksternal pada rantai pasok industri pendukung.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya