Mendag Sebut Indonesia Sudah Dapat Alternatif Impor Bahan Baku Plastik

Ihfa Firdausya
13/4/2026 16:28
Mendag Sebut Indonesia Sudah Dapat Alternatif Impor Bahan Baku Plastik
Ilustrasi.(Antara Foto)

MENTERI Perdagangan (MendagBudi Santoso menyebut pemerintah tengah mengupayakan impor bahan baku plastik dari negara alternatif. Hal itu untuk mengatasi terganggunya pasokan dari Timur Tengah yang membuat harga plastik di dalam negeri melambung.

“Memang kita impor bahan baku untuk biji plastik itu, nafta, kan dari Timur Tengah selama ini. Imbas perang sehingga terganggu (pasokan) dari sana. Kita mencari alternatif dari India, Amerika, dan Afrika,” ujar Budi kepada awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (13/4).

Pemerintah belum bisa memastikan kapan pasokan dari negara-negara itu bisa tiba ke Tanah Air. Namun pihaknya mengupayakan barang tersebut bisa sampai secepatnya.

“Ya secepatnya. Memang sudah dapat cuma kan perlu waktu juga karena berpindah dan sekarang kondisi perang, mungkin pengapalan juga agak lambat,” jelas Budi.

Pada prinsipnya, kata mendag, pemerintah terus mencari solusi suplai bahan baku dari negara lain. “Kita juga koordinasi dengan temen-temen di perwakilan supaya membantu juga mencarikan alternatif dari negara lain. Jadi jangka pendeknya seperti itu,” ujarnya.

“Kemarin kami sudah koordinasi dengan produsen. Pada prinsipnya ada, tapi kan kita harus nyari terus. Karena juga produsen plastiknya di beberapa negara seperti Taiwan, Korea Selatan, Tailan, Vietnam, Singapura itu kan banyak yang force majeure. Jadi memang ini krisis global terkait dengan keterbatasan bahan baku tadi,” papar mendag.

Namun ia memastikan pasokan dari tiga negara yakni sudah mulai diproses, yang dari 3 negara India, Amerika, dan Afrika sudah dalam proses. “Tadi ada 3 negara, kita terus mencari negara lain yang bisa mensuplai untuk bahan baku biji plastik,” imbuhnya.

Mendag pun berharap dengan adanya suplai baru bahan baku ini, harga plastik di pasaran bisa berangsur turun. “Mudah-mudahan,” tutupnya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya