KESGI Dashboard Diluncurkan untuk Perkuat Ekosistem ESG di Pasar Modal

Naufal Zuhdi
07/4/2026 18:06
KESGI Dashboard Diluncurkan untuk Perkuat Ekosistem ESG di Pasar Modal
Peluncuran KESGI di Bursa Efek Indonesia.(KESGI)

Katadata melalui Katadata Green meluncurkan KESGI (Katadata ESG Insight) Dashboard, sebuah platform analitik yang dirancang untuk menghimpun dan mengolah data Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan yang tercatat di pasar saham. Peluncuran dilakukan dalam forum ESG untuk Akselerasi Dekarbonisasi & Bisnis Hijau yang digelar di Bursa Efek Indonesia dan dihadiri lebih dari 100 peserta dari kalangan regulator, korporasi, hingga investor.

Platform KESGI mengintegrasikan analisis berbasis panel ahli dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), guna memberikan penilaian ESG yang lebih komprehensif dan terstruktur bagi perusahaan di Indonesia.

Co-founder dan CEO Katadata, Metta Dharmasaputra, menilai pengembangan platform ini dilandasi oleh keyakinan bahwa ekonomi hijau dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8%.

“Tanpa sektor ini sebagai mesin pertumbuhan baru, target tersebut akan sulit dicapai,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan utama implementasi ESG di Indonesia, seperti keterbatasan data kuantitatif, kurangnya sumber daya manusia, serta tingginya biaya pengumpulan data.

Sementara itu, Co-founder dan Chief Content Officer Katadata, Heri Susanto, menyebut KESGI sebagai solusi untuk mengubah data ESG menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih konkret.

“KESGI mengubah data menjadi insight, dari sekadar kepatuhan menjadi keputusan strategis,” katanya.

Platform ini menggunakan metodologi yang mengacu pada standar global dan disesuaikan dengan regulasi nasional, dengan kerangka penilaian yang mencakup tiga pilar ESG, 15 topik, serta lebih dari 100 indikator. Ke depan, Katadata juga berencana mengembangkan Katadata ESG-50 Leader Index, yang akan mengidentifikasi 50 perusahaan dengan implementasi ESG terbaik di pasar saham Indonesia.

Deputy Head Katadata Green, Jeany Hartriani, menambahkan bahwa tantangan ESG di Indonesia tidak hanya soal standar, tetapi juga kesiapan organisasi dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnis.

“ESG harus menjadi bagian dari kepemimpinan dan strategi, bukan sekadar pelaporan,” ujarnya.

Dari sisi pasar modal, Penanggung Jawab Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa indeks ESG semakin menjadi acuan investor, terutama dengan meningkatnya minat global terhadap sektor energi terbarukan dan transisi energi.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per Februari 2026, terdapat 72 produk reksadana dan ETF berbasis saham dengan dana kelolaan mencapai Rp15,83 triliun. Sebagai bagian dari penguatan ekosistem, Katadata Green juga menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah mitra strategis seperti East Ventures, Life Cycle Indonesia, hingga Jejakin, guna memperluas adopsi praktik keberlanjutan berbasis data di berbagai sektor.

Peluncuran KESGI menandai langkah penting dalam mendorong transparansi, standardisasi, serta integrasi data ESG di Indonesia, sekaligus memperkuat peran ESG sebagai faktor kunci dalam pengambilan keputusan investasi dan strategi bisnis ke depan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya