Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi tak Naik di 2026

Naufal Zuhdi
06/4/2026 14:48
Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi tak Naik di 2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa(Antara)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026. Harga BBM akan tetap ditahan meski harga minyak dunia terus meningkat akibat eskalasi konflik Timur Tengah.

Purbaya menegaskan bahwa kebijakan tersebut telah diperhitungkan dengan asumsi harga minyak global berada di kisaran 100 dolar AS per barel hingga akhir tahun.

“Kami siap tidak menaikkan harga BBM bersubsidi sampai akhir tahun, dengan asumsi harga minyak 100 dolar AS per barel,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta.

Ia menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam menghadapi fluktuasi harga minyak, baik pada skenario 80 dolar AS maupun 100 dolar AS per barel. Menurutnya, anggaran subsidi energi masih dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kenaikan harga BBM bersubsidi.

Selain mengandalkan APBN, pemerintah juga memiliki bantalan fiskal tambahan, salah satunya melalui dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai Rp420 triliun, termasuk sekitar Rp200 triliun yang ditempatkan di sektor perbankan.

Di sisi lain, potensi peningkatan pendapatan negara juga menjadi faktor pendukung, terutama dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM), seiring kenaikan harga komoditas global.

Purbaya menyebut pemerintah juga tengah melakukan efisiensi anggaran di berbagai kementerian dan lembaga untuk menjaga ruang fiskal tetap sehat. Langkah ini penting mengingat setiap kenaikan harga minyak sebesar 1 dolar AS per barel berpotensi menambah beban subsidi hingga Rp6,8 triliun.

Dengan kombinasi efisiensi belanja dan optimalisasi pendapatan, pemerintah menargetkan defisit APBN tetap terjaga di level sekitar 2,92% tanpa harus mengandalkan dana cadangan secara berlebihan.

“Yang penting dananya tersedia, kami juga akan mengendalikan pengeluaran dan meningkatkan pendapatan dari berbagai sektor, termasuk komoditas,” kata Purbaya.

Kebijakan ini menunjukkan upaya pemerintah menjaga stabilitas harga energi domestik sekaligus mempertahankan disiplin fiskal di tengah tekanan global yang meningkat. (Ant/E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya