Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Investor saham saat ini sedang mengalami tekanan yang cukup berat menyusul pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tercatat sudah turun lebih dari 3% sejak awal tahun. Bagi investor pemula, situasi ini mungkin membingungkan. Apakah ini momen yang tepat untuk memulai investasi, melakukan cut loss atau menahan porsi cash.
Jika memiliki dana dan berkeinginan untuk investasi, pertanyaannya adalah apakah harga saham sudah cukup murah dan sektor apa yang sebaiknya dipilih?
Head of Investment Research PT Moduit Digital Indonesia atau Moduit, Manuel Adhy Purwanto, menjelaskan koreksi yang terjadi saat ini lebih disebabkan oleh ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi dalam jangka Waktu lama. Selain itu, risiko kenaikan inflasi juga masih menghantui pasar akibat ketidakpastian yang ditimbulkan oleh memanasnya konflik antara Iran dan Israel. Hal ini menyebabkan nilai rupiah melemah terhadap dolar AS dan memicu aksi jual di pasar saham.
Baca juga : IHSG Ditutup Menguat Ikuti Bursa Asia dan Global
Namun, terdapat peluang di saham-saham yang mungkin diuntungkan oleh kondisi ini, seperti saham komoditas. Meski demikian, berinvestasi saham tidaklah semudah itu karena memerlukan banyak pertimbangan agar hasilnya optimal.
“Banyak aspek yang perlu dipertimbangkan dalam berinvestasi saham, seperti analisis makroekonomi, fundamental perusahaan, analisis teknikal, hingga money management untuk menentukan porsi trading guna meminimalkan risiko dan memaksimalkan peluang yang bisa dicapai. Kompleksitas ini membuat banyak investor yang merugi karena tidak mempunyai kemampuan atau waktu untuk melakukan analisa secara komprehensif”," ujar Manuel melalui keterangan tertulis, Jumat (17/5).
Ia berpandangan investor saham sering menghadapi masalah utama berupa keterbatasan waktu untuk menganalisis pasar dan memperoleh informasi terbaru. Tidak jarang investor mencari solusi dengan memercayakan pengelolaan saham mereka kepada komunitas saham atau influencer saham. Namun, sering kali hal ini malah menyebabkan kerugian finansial karena terjebak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Baca juga : IHSG Ditutup Menguat Jelang Rilis Data Inflasi AS
Untuk membantu investor menghadapi tantangan tersebut, Moduit sebagai pemilik lisensi Penasihat Investasi dari OJK, menawarkan Moduit Stock Advisory Service (Mosaic). Itu merupakan program yang menggabungkan keahlian seorang pakar investasi dengan dukungan teknologi untuk memberikan rekomendasi saham yang tepat sasaran bagi investor. Solusi ini diciptakan agar investor tidak lagi merasa kewalahan dengan informasi pasar yang kompleks, bising dan fluktuatif.
Berbeda dengan metode konvensional yang seringkali mengharuskan investor untuk melakukan pemantauan pasar terus-menerus, Mosaic menyederhanakan proses tersebut dengan teknologi dan keahlian pakar profesional yang telah teruji. Investor dapat menghemat waktu dan tenaga, sekaligus meningkatkan peluang untuk meraih hasil investasi yang lebih baik.
Dengan Mosaic, investor hanya perlu menggunakan satu platform saja untuk mendapatkan layanan yang lengkap, mulai dari mendapatkan rekomendasi saham, bertransaksi, sampai memantau perkembangan investasinya.
Baca juga : IHSG Ditutup di Zona Merah
“Investor hanya perlu mengisi kuesioner tentang profil risiko dan tujuan keuangannya. Lalu, berdasarkan jawaban investor, Portfolio Strategist Moduit akan memberikan rekomendasi saham yang sesuai. Setelah itu, investor hanya perlu menyetujui rekomendasinya saja, dan tidak perlu repot melakukan transaksi saham sendiri, karena proses transaksi sudah dimudahkan oleh teknologi Moduit,” ujar Chief of Development PT Moduit Digital Indonesia Edina Saputra. (Z-11)
Dalam menyediakan solusi ini, Moduit bekerja sama dengan Maybank Sekuritas untuk memfasilitasi transaksi saham secara seamless, mengurangi beban investor untuk mengelola transaksi secara manual.
“Kami sangat mengapresiasi regulator dan Maybank Sekuritas karena berkat dukungan mereka, kita bersama bisa membuat iklim investasi saham ke depan menjadi lebih baik," tandasnya. (Ant/Z-11)
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG diprediksi bergerak mendatar pekan ini (27-30 April 2026). Simak analisis Phintraco Sekuritas terkait dampak kebijakan The Fed, ECB, hingga BoJ.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini terlihat begitu babak belur. Indeks menunjukkan pelemahan signifikan sebesar 6,61%.
IHSG hari ini Kamis (23/4/2026) melemah 0,69% ke level 7.489,82. Simak analisis sentimen global, harga minyak, dan dampaknya terhadap pasar modal Indonesia.
Danantara tengah menggarap proyek-proyek hilirisasi dengan total investasi mencapai US$26 miliar atau setara Rp450,42 triliun (kurs Rp17.324 per dolar AS).
Data terbaru menunjukkan bahwa sektor hilirisasi menjadi kontributor signifikan dengan nilai investasi mencapai Rp147,5 triliun.
Pemerintah menyerap dana Rp40 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) dengan total penawaran masuk mencapai Rp74,95 triliun.
Upaya memperluas literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri.
Di tengah dinamika pasar keuangan, kolaborasi antara manajer investasi dan perbankan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi yang aman.
KBRI Warsawa gelar forum bisnis di Krakow dan Łódź untuk dorong investasi, perdagangan, dan kerja sama tenaga kerja Indonesia-Polandia jelang IEU-CEPA 2027.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved