Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTRIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan 50% pendanaan transisi energi dari Kemitraan Transisi Energi yang Adil atau Just Energy Transition Partnership (JETP) berasal dari pinjaman komersial.
Program kemitraan Indonesia dengan negara maju telah diluncurkan pada rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada November 2022. Nilai pendanaan tersebut mencapai US$20 miliar atau sekitar Rp300 triliun (kurs Rp14.735).
"Per sekarang separuhnya itu (pinjaman) komersial karena datangnya dari aliasi perbankan yang US$10 miliar," kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana di Jakarta, Rabu (10/5).
Pendanaan JETP terdiri atas US$10 berasal dari Internasional Partner Group (IPG) yang merupakan perkumpulan negara maju seperti Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Inggris, dan Uni Eropa. Lalu, US$10 miliar sisanya dari pendanaan swasta yang dikoordinatori Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ). Aliansi perbankan swasta itu terdiri atas Bank of America, Citi, Deutsche Bank, HSBC, Macquarie, MUFG, dan Standard Chartered.
Baca juga: Indonesia-Jerman Sepakati Kerja Sama Baru Senilai US$1,98 Miliar
Selain pinjaman komersial, pendanaan JETP juga berasal dari hibah, pinjaman konsesional, pinjaman dengan bentuk pendampingan teknis (technical assistance) dan lainnya. Dadan menambahkan tingkat bunga pinjaman pendanaan JETP tergantung dari setiap perbankan. Untuk menekan bunga pinjaman, akan ada kesepakatan melakukan kombinasi garansi.
"Bunganya nanti kita kombinasikan, misalnya dengan garansi, penjaminan risiko akan turun dan bunga bisa lebih baik," ucapnya.
Baca juga: Indonesia Kantongi Dana Segar US$20 Miliar untuk Transisi Energi
Pemerintah berencana mengumumkan proyek dari pendanaan JETP yang dituangkan dalam Comprehensive Investment Plan (CIP) pada 16 Agustus 2023. Proyek tersebut di antaranya pemensiunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara, program peningkatan efisiensi energi, serta pengembangan industri pendukung energi baru terbarukan (EBT).
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku kesal dengan sikap pejabat Amerika Serikat (AS).
Pasalnya, saat ia bertolak ke Negeri Paman Sam beberapa waktu lalu untuk menjelaskan rencana proyek JETP, Luhut belum juga mendapat kepastian kapan dana JETP cair.
"Waktu saya ke Washington (AS), lalu kita paparkan (program JETP) ke mereka. Saya terus bilang where is the money? (mana uangnya). Mereka cuma ao ao, ngomong doang," tukas Luhut di Jakarta, kemarin.
Baca juga: Sekretariat JETP Mobilisasi Dana Transisi Energi Rp303 Triliun untuk Indonesia
Menko Marves menegaskan pemerintah Indonesia enggan diatur semena-semena, terlebih jika diberikan bunga pinjaman dengan risiko tinggi.
"Kalau kamu (AS) kasih harga loan (pinjaman) bunga dengan harga komersial, lupakan saja. Kita bisa sendiri, kenapa kalian (AS) mengatur-ngatur. Kalau kalian tidak bisa kasih peringkat AAA, lupakan. Karena itu bakal mengganggu ekonomi kita," tutup Luhut. (Ins)
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Transisi energi itu tidak selalu berbanding lurus tentang teknis, tetapi juga sebagai isu politik, ekonomi, dan sosial.
Di Mentawai, Sumatera Barat, keberhasilan transisi energi justru ditentukan oleh perlindungan hak atas tanah masyarakat serta keterlibatan aktif warga lokal dalam pengelolaan energi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan insentif motor listrik Rp5 juta per unit mulai tahun ini untuk percepat transisi energi bersih.
JP Morgan menempatkan ketahanan energi Indonesia peringkat 2 dunia. Menko Airlangga sebut ini hasil kebijakan jangka panjang dan ruang fiskal APBN 2026.
Indonesia resmi meluncurkan 1,3 Gw PLTS Atap sebagai tonggak transisi energi nasional menuju visi 100 Gw energi surya dan penciptaan 760 ribu lapangan kerja.
Pengamat energi Elrika Hamdi menilai kinerja positif PGEO menunjukkan industri energi panas bumi di Indonesia semakin mendapat tempat dalam bauran energi nasional.
Pengembangan PLTS dapat difokuskan pada optimalisasi potensi yang telah ada, termasuk PLTS terapung di waduk-waduk strategis serta peningkatan kapasitas pembangkit yang telah beroperasi.
PLN EPI mendorong pengembangan gasifikasi biomassa sebagai solusi percepatan program dedieselisasi, khususnya di wilayah terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik interkoneksi.
Di Kalsel potensi EBT diperkirakan mencapai 3.270 mega watt yang berasal dari energi tenaga surya, bayu, air, biogas serta biomassa.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Ernest Gunawan menyampaikan alokasi program mandatori B40 pada 2026 ditetapkan sebesar 15,646 juta kiloliter.
Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved