Optimalisasi Pengembangan PLTS Terapung di Waduk Strategis

Media Indonesia
15/4/2026 19:20
Optimalisasi Pengembangan PLTS Terapung di Waduk Strategis
Ilustrasi.(MI/HO)

DALAM mendukung visi Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya memperkuat ketahanan energi nasional, Perum Jasa Tirta II (PJT II) mendorong pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai bagian dari transisi menuju energi baru terbarukan (EBT). Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus memperkuat sistem energi nasional yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, Imam Santoso, menyampaikan bahwa pengembangan PLTS merupakan langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi sumber daya air yang dikelola perusahaan sekaligus mendukung diversifikasi energi nasional. "Kami memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan, termasuk melalui pemanfaatan area waduk untuk PLTS terapung. Ini menjadi bagian dari kontribusi kami dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga lingkungan berkelanjutan," ujar Imam dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4).

Dalam jangka pendek, pengembangan PLTS dapat difokuskan pada optimalisasi potensi yang telah ada, termasuk PLTS terapung di waduk-waduk strategis serta peningkatan kapasitas pembangkit yang telah beroperasi. Sementara itu, dalam jangka menengah hingga panjang, PJT II dapat mengoptimalkan penguatan portofolio energi bersih melalui integrasi berbagai sumber EBT, termasuk tenaga surya, air, dan potensi energi lain.

PJT II siap mendukung PT PLN Nusantara Power untuk menyempurnakan peta jalan pengembangan energi terbarukan yang terintegrasi dengan kebutuhan sistem kelistrikan nasional. Ini karena pengembangan PLTS merupakan bagian penting dalam perjalanan transisi energi nasional. 

Meski memiliki potensi besar, pengembangan PLTS dan EBT tidak luput dari sejumlah tantangan, mulai dari aspek teknis, investasi, hingga integrasi ke dalam sistem kelistrikan nasional. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain variabilitas sumber energi surya, kebutuhan infrastruktur pendukung, serta pembiayaan proyek yang relatif besar yang membutuhkan sejumlah strategi, di antaranya penguatan kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi terkini, serta peningkatan efisiensi operasional pembangkit.

"Kami akan berupaya untuk terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta mengadopsi teknologi yang adaptif agar dapat menjawab tantangan pengembangan EBT. Ini penting agar implementasi di lapangan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan," tambah Imam.

Maka dari itu, untuk memastikan pengembangan PLTS dan EBT, PJT II dan PLN Nusantara Power akan melakukan berbagai langkah mitigasi dan antisipasi. Selain itu, sinergi antara pengelolaan sumber daya air dan energi listrik menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan keberlanjutan lingkungan. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya