Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMUTUSAN hubungan kerja (PHK) yang dilakukan Google mencapai 12 ribu karyawannya dan Meta mencapai 11 ribu karyawan.
Hal tersebut sangat disayangkan jika melihat pendapatan dari Alphabet yang menghasilkan laba US$17 miliar di kuartal IV dan Meta Platform Inc. dengan pendapatan sebesar US$27,71 miliar pada kuartal III.
Memo perusahaan yang dibagikan oleh CEO Google dan Alphabet Sundar Pichai menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir telah melihat periode pertumbuhan yang dramatis.
Baca juga : Meta Kembali Pangkas 10 Ribu Pekerjaan
"Saya yakin tentang peluang besar di depan kami berkat kekuatan misi kami, nilai produk dan layanan kami, dan investasi awal kami di AI (artificial inteligence). Untuk menangkapnya sepenuhnya, kita harus membuat pilihan yang sulit," tulisnya.
Serikat pekerja dari Alphabet memprotes keras pemutusan hubungan kerja dan dinilai tidak masuk akal karena induk perusahaan Google tersebut menghasilkan laba $17 miliar pada kuartal terakhir.
Head of Communication Google Indonesia, Jason Tedjasukmana, enggan berkomentar banyak terkait kondisi tersebut. Google Indonesia tetap berkiblat pada memo yang dibagikan oleh sang CEO.
Baca juga : Induk Facebook Meta Pangkas 10.000 Karyawan dalam PHK Terbaru
"Silakan kutip, itu sebabnya dari CEO," ucapnya, Sabtu (28/1).
Sementara itu dikutip dari Forbes, CEO Meta Mark Zuckerberg juga menjelaskan alasan melakukan PHK Massal kepada 11 ribu karyawannya.
"Tidak hanya perdagangan online kembali ke tren sebelumnya, tetapi penurunan ekonomi makro, meningkatnya persaingan, dan hilangnya sinyal iklan telah menyebabkan pendapatan kami jauh lebih rendah dari yang saya perkirakan. Saya salah, dan saya bertanggung jawab untuk itu," ungkapnya.
Ketika para CEO seperti Picahi dan Zuckerberg melakukan kesalahan dalam analisa ekonomi maka yang harus mengambil beban adalah para CEO. (Iam/OL-09)
PERUSAHAAN teknologi Meta menyesuaikan persyaratan usia pengguna untuk layanan Facebook, Instagram, dan Threads di Indonesia dikutip dari laman resmi Meta, Jumat (10/4).
Meta menunjukkan komitmennya untuk mematuhi regulasi Indonesia, membatasi akses anak di platform sosial besar mulai April 2026.
Kemkomdigi memberi tenggat tiga hari kepada Meta dan Google untuk melengkapi dokumen usai pemeriksaan dugaan pelanggaran PP Tunas dan aturan turunannya.
Kemkomdigi layangkan panggilan kedua untuk Meta dan Google terkait perlindungan anak (PP Tunas). Sanksi pemutusan akses mengancam jika raksasa teknologi ini mangkir.
Pemerintah panggil Meta dan Google karena melanggar aturan perlindungan anak. Sanksi administratif hingga pemblokiran akses siap diberlakukan.
Dengan dukungan teknologi, proses perancangan dan pembangunan dapat dilakukan lebih efektif, efisien, serta tetap memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Meta mulai mencatat ketikan dan klik karyawan untuk melatih model AI. Langkah ini dilakukan di tengah ancaman PHK dan investasi AI sebesar US$140 miliar.
Juri California menyatakan Meta dan YouTube bersalah atas kecanduan media sosial pada seorang perempuan muda.
Juri Los Angeles memenangkan gugatan wanita muda atas kecanduan media sosial. Meta dan Google dianggap sengaja membangun platform yang merusak mental anak.
Meta resmi mencaplok Moltbook, platform unik tempat asisten digital AI saling berkomunikasi. Langkah Mark Zuckerberg itu memperkuat dominasi agen AI global.
Mark Zuckerberg bersaksi di pengadilan Los Angeles terkait keamanan Instagram bagi remaja. Terungkap dokumen internal soal efek negatif filter kecantikan dan data pengguna di bawah umur.
Mark Zuckerberg berhadapan dengan juri dalam sidang perdana gugatan kecanduan media sosial. Dokumen internal mengungkap strategi Meta dalam menjaring pengguna remaja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved