Meta Lacak Aktivitas Karyawan Demi Latih AI, Staf Keluhkan Suasana Distopia

Thalatie K Yani
22/4/2026 09:11
Meta Lacak Aktivitas Karyawan Demi Latih AI, Staf Keluhkan Suasana Distopia
Ilustrasi(freepik)

META, perusahaan induk Facebook dan Instagram, mulai menerapkan kebijakan kontroversial dengan melacak aktivitas kerja karyawannya secara mendetail. Perusahaan akan mencatat setiap ketikan tombol (keystrokes) hingga klik tetikus (mouse clicks) staf untuk melatih model kecerdasan buatan (AI) terbaru mereka.

Kebijakan ini disampaikan kepada karyawan pada Selasa (21/4/2026). Alat pelacak baru bernama Model Capability Initiative (MCI) tersebut akan berjalan di komputer perusahaan dan aplikasi internal untuk mengumpulkan data pelatihan teknologi AI.

Alasan di Balik Pelacakan Aktivitas

Juru bicara Meta menyatakan bahwa langkah ini diperlukan untuk menciptakan asisten digital yang mampu membantu tugas sehari-hari manusia di depan komputer.

"Jika kita membangun agen untuk membantu orang menyelesaikan tugas sehari-hari menggunakan komputer, model kami memerlukan contoh nyata tentang bagaimana orang benar-benar menggunakannya," ujar juru bicara Meta kepada BBC.

Pihak perusahaan mengeklaim data tersebut tidak akan digunakan untuk tujuan lain dan telah dilengkapi dengan "perlindungan untuk menjaga konten sensitif". Meski Meta sebelumnya memiliki akses ke aktivitas komputer karyawan, penggunaan data secara spesifik untuk pelatihan AI merupakan langkah baru yang masif.

Obsesi AI di Tengah Ancaman PHK

Langkah ini memicu keresahan di kalangan internal. Seorang karyawan Meta yang enggan disebutkan namanya menyebut kebijakan ini terasa sangat suram di tengah isu pengurangan tenaga kerja yang terus menghantui.

"Perusahaan ini telah menjadi obsesif dengan AI. Tindakan sekecil apa pun di komputer digunakan untuk melatih model AI saat pekerja mengharapkan serangkaian pemangkasan pekerjaan tambahan, ini terasa sangat distopia," ungkapnya.

Meta telah merumahkan sekitar 2.000 karyawan tahun ini. Sinyal pengurangan tenaga kerja lebih lanjut makin menguat setelah pengumuman pembekuan perekrutan. Pada Maret lalu, situs lowongan kerja Meta mencatat 800 posisi, namun kini hanya tersisa tujuh lowongan yang diiklankan.

Investasi Raksasa Mark Zuckerberg

CEO Meta, Mark Zuckerberg, telah berkomitmen untuk meningkatkan belanja proyek AI secara besar-besaran. Tahun 2026 ini, Meta berencana mengucurkan dana sekitar 140 miliar dolar AS untuk AI, hampir dua kali lipat dibanding investasi tahun lalu.

Zuckerberg sebelumnya menyatakan 2026 akan menjadi tahun di mana AI mengubah cara kerja secara dramatis.

"Kami mulai melihat proyek yang dulunya membutuhkan tim besar, kini dapat diselesaikan oleh satu orang yang sangat berbakat," kata Zuckerberg pada Januari lalu.

Data yang dikumpulkan dari pelacak aktivitas karyawan ini diharapkan dapat memperkuat model AI baru dari grup Meta Superintelligence Labs, menyusul peluncuran model Muse Spark bulan lalu. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya